KONTEKS.CO.ID - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia dan Uni Eropa segera merampungkan perundingan perjanjian kerja sama ekonomi pada Juni ini.
Kesepakatan tersebut akan melonggarkan hambatan perdagangan antara kedua pihak.
“Perundingan sudah masuk putaran akhir. Ini berarti hampir semua isu telah diselesaikan,” kata Airlangga dalam konferensi pers daring, Sabtu kemarin.
Ia menambahkan, pengumuman penyelesaian perundingan akan dilakukan sebelum akhir bulan ini.
Indonesia dan Uni Eropa telah bernegosiasi sejak 2016 untuk mencapai perjanjian perdagangan bebas yang diharapkan dapat meningkatkan arus perdagangan dan investasi.
Hubungan sempat memanas akibat rencana Uni Eropa melarang impor produk yang terkait deforestasi.
Baca Juga: MKE Desak Pemerintah Hentikan Perundingan Perdagangan Bebas dengan Uni Eropa
Itu adalah kebijakan yang ditentang Indonesia sebagai eksportir utama minyak sawit.
Meski tidak menjabarkan detail isi kesepakatan, Airlangga menyebut langkah berikutnya adalah proses perumusan hukum yang akan segera diselesaikan.
Itu sebelum kesepakatan dapat diratifikasi kedua belah pihak.
Salah satu poin utama perjanjian ini adalah penghapusan hambatan non-tarif serta penurunan tarif bea masuk untuk membuka akses pasar yang lebih luas.
Baca Juga: Rupiah Berhasil Menguat Tipis 14,2 Poin Pada Penutupan Perdagangan Sore, Sentimen Ini Jadi Penyebab
“Keuntungan strategis bagi Indonesia adalah terbukanya pasar Eropa, yang selama ini memberlakukan tarif lebih tinggi dibandingkan negara tetangga kita,” jelas Airlangga.
Ia juga menyebut Uni Eropa akan memberikan "perlakuan khusus" terhadap sejumlah ekspor utama Indonesia, termasuk kemungkinan produk kehutanan, meski tidak dirinci lebih lanjut.
Artikel Terkait
Waduh! 3 Pemimpin Lembaga Teringgi Uni Eropa Terjerat Skandal Korupsi
Uni Eropa dan Indonesia Perkuat Respons Komunikasi terhadap Insiden Siber