• Sabtu, 18 April 2026

Prabowo Teken Proyek Migas Rp9,87 T di Natuna, Target Lifting 2030 Dikejar

Photo Author
Agha Nur Sabri A, Konteks.co.id
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 16:42 WIB
Dua proyek minyak dan gas (migas) di Laut Natuna yang baru saja diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram kesdm)
Dua proyek minyak dan gas (migas) di Laut Natuna yang baru saja diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram kesdm)

KONTEKS.CO.ID – Indonesia melangkah lebih dekat menuju kemandirian energi nasional. Dua proyek minyak dan gas (migas) di Laut Natuna baru saja diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

Proyek ini diproyeksikan akan memperkuat pasokan energi nasional, sekaligus menyuntik target lifting migas 2030.

Diresmikan pada Jumat 16 Mei 2025, proyek Lapangan Forel-Bronang dan Lapangan Terubuk merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Natuna Ltd, perusahaan eksplorasi dan produksi migas swasta asal Indonesia.

Total nilai investasi kedua proyek ini mencapai USD600 juta atau sekitar Rp9,87 triliun (asumsi kurs Rp16.454 per USD).

Baca Juga: Intip Lagi Tas Mewah Istri Pejabat Negara, Nomor 4 Bunda Euis Handayani Harganya Rp100 Juta

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan nilai strategis proyek ini.

Selain lokasinya yang berada 60 mil lepas pantai Laut Natuna—salah satu kawasan strategis Indonesia—kapal FPSO (Floating Production, Storage, and Offloading) yang digunakan dibangun dengan 100% Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Proyek ini dimiliki anak kandung Republik Indonesia, dikerjakan oleh tenaga kerja dalam negeri, dan FPSO-nya dibuat 100% oleh Indonesia. Jadi ini proyek energi karya anak bangsa," ujar Bahlil.

Baca Juga: Ini Titik Unjuk Rasa Ojol 20 Mei, Waspada Macet dan Aksi Offbid

Dampak Ekonomi: Ribuan Lapangan Kerja

Kedua proyek ini menyerap lebih dari 2.300 tenaga kerja selama masa konstruksi. Adapun Lapangan Forel, yang sudah mulai berproduksi sejak 12 Mei 2025, melibatkan 1.500 tenaga kerja dengan nilai investasi sebesar USD282 juta (Rp4,64 triliun).

Rincian investasinya meliputi:

  • Fasilitas: USD135 juta (Rp2,22 triliun)

  • Pengeboran sumur: USD147 juta (Rp2,42 triliun)

Lapangan Forel memiliki kapasitas produksi minyak hingga 10.000 barel per hari (bph), dengan potensi peningkatan hingga 13.500 bph.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eko Priliawito

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X