KONTEKS.CO.ID - Tarif Trump bikin gempar dunia. Namun kini muncul spekulasi bahwa nilainya didapat berdasarkan hasil hitungan Kecerdasan Buatan (AI).
Seperti diketahui pada Rabu, 2 April 2025, Presiden Donlad Trump menetapkan tarif impor baru yang terdiri dari dua tarif.
Tarif pertama adalah universal senilai 10 persen yang berlaku untuk 180 negara.
Tarif kedua adalah resiprokal (timbal-balik) yang berlaku untuk 60 negara yang nilainya berbeda-beda.
Saat mengumumkan tarif resiprokal, Trump memegang papan yang berisikan dua kolom, yaitu kolom tarif yang dikenakan suatu negara terkait untuk AS, dan kolom tarif resiprokal dari AS yang nilainya separuhnya.
Namun, Trump tidak pernah menjelaskan secara rinci asal-usul angka di kolom pertama.
Melansir dari The Verge, angka itu disebut sama dengan perhitungan yang disederhanakan yang ditanyakan kepada AI Chatbot.
Baca Juga: Spoiler Buried Hearts Episode 13 dan 14: Masa Lalu Kelam Terkuak, Dong Ju adalah Anak Kandung Heo Il Do
Ekonom James Surowiecki telah mencoba merekayasa ulang pertanyaan tersebut.
Menurutnya, tarif yang diumumkan Trump sama dengan angka defisit perdagangan suatu negara dengan AS yang dibagi dengan total ekspor mereka ke AS.
"Lalu bagilah angka itu menjadi dua, dan Anda akan mendapatkan tarif timbal balik yang didiskon yang siap pakai," kata Ekonom James Surowiecki di The Verge, dikutip pada Sabtu, 5 April 2025.
Baca Juga: Skandal Rasial Kiss of Life, 200 Ribu Pengikut Auto Cabut, Akun Penggemar pun Ditutup
Namun, Gedung Putih menolak temuan itu dan mengungkap rumus yang mereka gunakan.
Artikel Terkait
Harga Minyak Dunia Tertekan, Prospek Damai Rusia-Ukraina dan Ancaman Tarif Trump Jadi Faktor Utama
Tarif Trump Lebih Lunak dari Dugaan, Saham Asia Langsung Terbang
Dampak Tarif Trump: Saham Otomotif Rontok, Ribuan Pekerja Terancam PHK
Indonesia Disebut Akan Banjir Barang dari China Imbas Kebijakan Tarif Trump