• Sabtu, 18 April 2026

Ramadan Jadi Momentum Musim Panen Pengusaha UMKM

Photo Author
Eko Priliawito, Konteks.co.id
- Senin, 3 Maret 2025 | 22:36 WIB
Berburu Takjil, Tradisi yang Menyatukan Muslim dan Nonmuslim (tangkapan layar instagram @aplausmedia)
Berburu Takjil, Tradisi yang Menyatukan Muslim dan Nonmuslim (tangkapan layar instagram @aplausmedia)

Baca Juga: Gubernur Jateng Dekati 9 Perusahaan agar Mau Pekerjakan Buruh Sritex yang Kena PHK

Hal ini membuat industri makanan dan minuman tercatat memberikan andil sebesar 40,17 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Angka ini sekaligus menjadikannya sebagai subsektor dengan kontribusi PDB terbesar.

Hasil kajian Dosen Departemen Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Zahra Kemala Nindita Murad, menunjukkan bahwa salah satu aspek perputaran uang saat Ramadan bagi UMKM datang dari momen buka puasa karena sering dijadikan ajang pertemuan kerabat, teman, saudara, hingga mitra bisnis.

Salah seorang pengusaha UMKM skala mikro, Farida, yang fokus berjualan pempek dengan merek Pempek Nyai di Kota Sukabumi mengatakan, usahanya sejak akhir 2019 selalu mengalami “musim panen” setiap Ramadan tiba.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2025 Dibuka! Cek Syarat dan Tahapannya di Sini

"Saat bulan Ramadan, omzet bisa naik hingga tiga kali lipat dari yang biasanya Rp30 juta-Rp40 juta per bulan," ujarnya.

Meskipun pempek kerap dianggap tak masuk dalam kategori makanan pokok, dan bukan juga makanan khas Sukabumi, tapi penjualan makanan ini justru meningkat karena menjadi salah satu kudapan favorit saat berbuka puasa hingga menjadi hampers (bingkisan) saat lebaran.

"Saat pertama memulai usaha, Pempek Nyai berkomitmen untuk menyajikan pempek sesuai dengan cita rasa aslinya. Mungkin ini alasannya kenapa pempek ini dicari banyak orang di Sukabumi,” ujarnya.

Baca Juga: Daftar Libur Panjang Lebaran 2025, Cocok untuk Mudik dan Liburan

Selain jadi menu kudapan, kami juga menyiapkan hampers untuk lebaran. Karena biasanya saat lebaran itu orang mulai cari yang segar-segar, nah kebanyakan orang, cocok dengan cuko kami," katanya lagi.

Hampir senada dengan Pempek Nyai, salah satu merek di ranah kuliner yang menjelma sebagai standar gaya hidup kaum urban Jakarta juga melemparkan pernyataan yang menguatkan hipotesis bahwa momen bulan Ramadan adalah saatnya meraup cuan.

"Kalau bicara bulan puasa memang ada peningkatan, meskipun enggak terlalu signifikan. Biasanya minggu kedua sampai akhir bulan puasa lebih bagus penjualannya, dibanding minggu pertama.l,” ujar Sammy, CEO Lawless Burgerbar Asia atau yang dikenal dengan merek dagang Lawless Burger.

Baca Juga: Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah di Oscars 2025: Penampilan Memukau dan Album Solo yang Menggebrak!

Karena minggu pertama orang cenderung buka puasa di rumah buka bersama keluarga, buka di kantor atau acara lain," katanya lagi.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Eko Priliawito

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X