• Sabtu, 18 April 2026

Prabowo Resmi Luncurkan Danantara, SWF RI Masuk 10 Besar Dunia Kalahkan Qatar dan GIC Private Limited Singapura

Photo Author
Alexander Sigit Atmaja, Konteks.co.id
- Senin, 24 Februari 2025 | 16:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto telah secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada hari ini Senin,24 Februari 2025.
Presiden Prabowo Subianto telah secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada hari ini Senin,24 Februari 2025.

KONTEKS.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 mengenai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Keputusan ini menandai era baru bagi BUMN dan investasi nasional.

Selain itu, Prabowo juga menandatangani Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2025 tentang pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Danantara.

Investasi Strategis Senilai USD20 Miliar

Dalam pernyataannya, Prabowo mengungkapkan tahap awal investasi mencapai USD20 miliar, yang akan dialokasikan ke 20 proyek strategis bernilai miliaran dolar.

Baca Juga: Juara Singapore International Challenge 2025, Ubed Ngaku Masih Banyak Kekurangan

Fokus utama investasi mencakup sektor hilirisasi nikel, bauksit, tembaga, pembangunan pusat data kecerdasan buatan, kilang minyak, industri petrokimia, serta produksi pangan dan protein akuakultur.

"Sektor-sektor ini akan menentukan masa depan kita, ketahanan, dan kemandirian bangsa," ujar Prabowo pada Senin, 24 Februari 2025.

Danantara, Pilar Baru Ekonomi Nasional

Prabowo menegaskan, pembentukan Danantara bukan sekadar entitas bisnis. Melainkan aset nasional yang berperan sebagai agen pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga: Jokowi dan SBY Jadi Penasihat Danantara, Hasan Nasbi: Perlu Dikawal Figur Berintegritas

"BUMN harus beroperasi dengan standar tinggi, tata kelola terbaik, serta inovasi besar. Transparansi, teknologi, dan disiplin kehati-hatian menjadi kunci utama dalam pengelolaan Danantara," tambahnya.

Dana Kelola Capai Rp14.710 Triliun, Masuk SWF Terbesar Dunia

Berdasarkan penggabungan aset tujuh BUMN, total dana kelola Danantara tahap awal diperkirakan mencapai Rp9.000 triliun.

Sementara itu, aset dalam pengelolaan (AUM) diperkirakan senilai USD900 miliar atau sekitar Rp14.710 triliun (kurs Rp16.345/USD).

Angka ini menjadikan Danantara sebagai salah satu Sovereign Wealth Fund (SWF) terbesar di dunia.

Baca Juga: Tulus Bantu Orang Lain: Kisah Inspiratif Siswandi, Tukang Cukur Gratis untuk ODGJ

"Dengan nilai tersebut, Danantara berada di peringkat enam SWF terbesar dunia, mengungguli Qatar (USD526,05 miliar) dan Hong Kong (USD514,35 miliar). Bahkan, GIC Private Limited Singapura yang memiliki dana kelolaan USD800,8 miliar kini berada di bawah Danantara," jelas Prabowo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lopi Kasim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X