KONTEKS.CO.ID - Lagi-lagi tensi di Timur Tengah bikin deg-degan.
Baru saja napas lega karena Selat Hormuz dibuka seiring gencatan senjata Israel-Lebanon, eh sekarang situasinya malah memanas lagi.
Teheran terang-terangan kasih peringatan keras ke Amerika Serikat.
"Stop blokade pelabuhan kami, atau jalur perdagangan minyak paling vital di dunia ini kami tutup total!"
Baca Juga: Pertamax Turbo Tembus Rp19.400! Cek Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Per 18 April
Gertakan Maut dari Teheran
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, nggak pakai basa-basi buat menegaskan posisi negaranya.
Lewat platform X, dia ngasih sinyal kalau "kebaikan" Iran buka jalur laut itu ada batasnya. Kalau AS masih main blokade, ya jangan harap kapal bisa lewat dengan tenang.
"Jika blokade ini terus berlanjut, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka," tegas Ghalibaf via akun X resminya yang dilansir Sabtu, 18 April 2026.
Nggak cuma gertakan di laut, akses udara pun kabarnya bakal diperketat dan wajib dapat izin khusus dari otoritas maritim mereka.
Adu Mekanik: Armada AS vs Ancaman IRGC
Kenapa sih situasinya bisa serunyam ini? Ternyata, AS lagi menerapkan strategi "tekanan maksimal" gara-gara perundingan damai di Pakistan kemarin zonk alias mandek.
Washington mengerahkan kekuatan penuh buat mengepung pelabuhan Iran.
- 15+ Kapal Perang standby di jalur utama.
- USS Tripoli yang bawa jet tempur siluman F-35B Lightning II.
- MV-22 Osprey yang siap patroli udara.
Tapi, militer Iran (IRGC) tidak tinggal diam. Komandan Khatam Al Anbiya, Ali Abdollahi, balik mengancam kalau langkah AS ini sudah melanggar kesepakatan gencatan senjata.