KONTEKS.CO.ID - Sri Lanka telah memulangkan 238 pelaut Iran yang terdampar di negara Asia Selatan itu setelah salah satu kapal perang mereka ditorpedo oleh kapal selam AS.
Pemulangan para pelaut Iran itu disampaikan seorang pejabat tinggi Sri Lanka pada Rabu 16 April 2026.
Wakil Menteri Pertahanan Aruna Jayasekara mengatakan, 32 pelaut yang diselamatkan dari IRIS Dena, sebuah fregat yang diserang pada 4 Maret di lepas pantai Sri Lanka, dan 206 lainnya dari IRIS Bushehr dikirim kembali ke Tanah Air-nya pada Selasa lalu.
"Beberapa pelaut dari IRIS Bushehr tetap tinggal untuk mengoperasikan kapal tersebut. Tetapi 206 bergabung dengan mereka yang diselamatkan dari IRIS Dena dan kembali ke rumah tadi malam dengan pesawat sewaan," kata Jayasekara melansir Saudi Gazette, Kamis 16 April 2026 .
Sumber resmi mengatakan, 15 pelaut Iran akan tetap berada di Sri Lanka untuk mengoperasikan IRIS Bushehr, yang berlabuh di lepas pantai Trincomalee di timur laut pulau itu.
Serangan terhadap IRIS Dena membawa konflik Timur Tengah ke Samudra Hindia, menewaskan 104 pelaut pada awal perang AS dan Israel melawan Iran, menurut otoritas Iran.
Sri Lanka menyelamatkan 32 awak kapal Iran dari kapal perang IRIS Dena pada 4 Maret setelah kapal tersebut dihantam torpedo dari kapal selam AS.
Kapal tersebut sedang kembali dari latihan angkatan laut yang diselenggarakan oleh India, di tengah perang AS-Israel melawan Iran.
Sri Lanka juga menyelamatkan 208 awak kapal dari kapal kedua, IRIS Booshehr pada 5 Maret yang juga meminta bantuan dari Kolombo setelah mengalami masalah mesin.
Baca Juga: Bupati Sudewo Ngaku Kangen Warga Usai Diperiksa KPK Soal Pemerasan Perangkat Desa
Sri Lanka memberikan visa masuk 30 hari kepada para awak kapal dan menampung mereka di kamp angkatan laut dan angkatan udara sebelum pengaturan dilakukan untuk kepulangan mereka ke Iran.
Pesawat sewaan yang diatur oleh Iran juga membawa kembali jenazah 84 awak kapal Dena yang tewas dalam serangan AS.