KONTEKS.CO.ID - Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali meningkat setelah muncul laporan sebuah kapal tanker milik China berhasil menembus blokade yang diberlakukan Amerika Serikat (AS). Namun, klaim ini langsung dibantah oleh pihak militer AS.
Insiden ini dilaporkan terjadi pada Senin, 14 April 2026, di tengah eskalasi konflik terkait blokade terhadap pelabuhan Iran.
Blokade Bertujuan Tekan Ekspor Minyak Iran
Langkah blokade yang dilakukan AS disebut sebagai bagian dari strategi untuk membatasi pemasukan Iran dari sektor minyak. Selama ini, sebagian besar ekspor minyak Iran diketahui mengalir ke China.
Baca Juga: China Naik Pitam AS Blokade Pelabuhan Iran: Bahayakan Keselamatan Pelayaran!
Kebijakan ini diterapkan setelah perundingan damai yang difasilitasi Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan antara AS dan Iran pada akhir pekan sebelumnya.
CENTCOM Tegaskan Aturan Blokade
Komando militer AS di kawasan, United States Central Command, menegaskan bahwa kebijakan blokade berlaku untuk semua kapal tanpa pengecualian.
“Blokade akan diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan daerah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman,” kata Komando Pusat AS mengutip The Telegraph.
“Pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz ke dan dari pelabuhan non-Iran," tambahnya.
Kapal Rich Starry Tembus Blokade
Laporan menyebut kapal tanker bernama Rich Starry sempat terlihat berbalik arah sebelum akhirnya melanjutkan pelayaran dan menerobos blokade.
Di waktu yang sama, enam kapal lain di kawasan tersebut tercatat memilih berbalik arah mengikuti instruksi dari otoritas militer AS.
Data dari Lloyd’s List menyebut kapal tersebut sebelumnya sempat menunggu di perairan dekat Uni Emirat Arab (UEA) sebelum melanjutkan perjalanan.
Namun, belum ada kepastian apakah kapal tersebut benar-benar merapat ke pelabuhan Iran atau membawa muatan minyak dari negara tersebut.
Kapal Terkait Perusahaan yang Disanksi AS
Menurut laporan yang sama, kapal Rich Starry dimiliki oleh perusahaan Shanghai Xuanrun Shipping Company.
Perusahaan ini sebelumnya telah dikenai sanksi oleh AS sejak Maret 2023 terkait aktivitas perdagangan dengan Iran.
Fakta ini menambah kompleksitas kasus, mengingat hubungan dagang antara China dan Iran menjadi salah satu titik sensitif dalam konflik ini.
AS Bantah Ada Kapal Lolos
Meski laporan menyebut adanya kapal yang berhasil menembus blokade, pihak CENTCOM memberikan pernyataan berbeda.
Baca Juga: AS Tuding China Kirim Bantuan Sistem Pertahanan Udara ke Iran di Tengah Gencatan Senjata
“Selama 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS, dan 6 kapal dagang mematuhi arahan dari pasukan AS untuk berbalik dan memasuki kembali pelabuhan Iran di Teluk Oman,” sebutnya melalui salah satu unggahannya di platform X, Selasa, 14 April 2026.
Perbedaan versi ini menunjukkan situasi di lapangan masih belum sepenuhnya jelas. Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan di kawasan Teluk yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia.
Selat Hormuz sendiri merupakan 'barang seksi' lantaran jadi salah satu choke point terpenting bagi perdagangan minyak global.***