dunia

China Naik Pitam AS Blokade Pelabuhan Iran: Bahayakan Keselamatan Pelayaran!

Rabu, 15 April 2026 | 08:13 WIB
China kecam blokade Pelabuhan Iran oleh AS di tengah masa gencatan senjata (Foto: YouTube/@AiTelly)

KONTEKS.CO.ID - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah China secara terbuka mengkritik langkah Amerika Serikat (AS) yang memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Kebijakan tersebut dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran internasional.

Blokade ini mulai diberlakukan pada awal pekan, tak lama setelah upaya perundingan damai antara pihak terkait gagal mencapai kesepakatan.

Kebijakan Tak Bertanggung Jawab

Pemerintah China menilai langkah Washington sebagai tindakan yang tidak bijak dan berpotensi memperburuk situasi yang sudah tegang.

Baca Juga: Blokade AS terhadap Pelabuhan Iran Dinilai sebagai Aksi Balas Dendam Tak Bertanggung Jawab

Kementerian Luar Negeri China menyoroti dampak langsung kebijakan tersebut terhadap stabilitas kawasan.

Menurut Beijing, blokade itu tidak hanya meningkatkan eskalasi konflik, tetapi juga dapat mengganggu jalur perdagangan penting dunia, khususnya di kawasan Teluk.

Ancam Keselamatan Pelayaran

Salah satu kekhawatiran utama adalah keselamatan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute distribusi energi paling vital secara global.

China menilai, kebijakan blokade dapat meningkatkan risiko bagi kapal komersial dan memperbesar potensi insiden di laut.

Trump Akui Tekan Iran dan Kirim Sinyal ke China

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kebijakan blokade dilakukan untuk memaksa Iran menghentikan ambisi nuklirnya.

Namun, sejumlah analis menilai langkah tersebut juga memiliki tujuan lain, yakni memberi tekanan kepada China yang selama ini menjadi pembeli utama minyak Iran.

Pernyataan keras Trump semakin memperuncing situasi setelah ia mengancam akan menenggelamkan kapal yang mencoba keluar masuk pelabuhan Iran.

Langkah militer ini tetap dijalankan meskipun sebelumnya telah disepakati gencatan senjata selama dua pekan antara pihak-pihak terkait.

Blokade sebelumnya resmi dimulai pada Senin, 14 April 2026 pukul 14.00 GMT, menandai babak baru ketegangan di kawasan Teluk Persia.

China: Langkah AS Bisa Hancurkan Kesepakatan Damai

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa langkah Amerika Serikat justru berisiko merusak upaya perdamaian yang sudah rapuh.

Baca Juga: Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Ketegangan AS dan Iran Tambah Panas

"AS meningkatkan pengerahan militer dan mengambil tindakan blokade yang ditargetkan, yang hanya akan memperburuk ketegangan dan merusak kesepakatan gencatan senjata yang sudah rapuh dan semakin membahayakan keselamatan pelayaran melalui Selat (Hormuz)," katanya melansir BBC, Rabu, 15 April 2026.

Dengan posisi strategis kawasan Teluk sebagai jalur utama distribusi minyak dunia, eskalasi konflik berpotensi berdampak langsung pada harga energi dan stabilitas ekonomi global.

Ketegangan antara kekuatan besar seperti AS dan China dalam isu ini juga memperbesar risiko konflik yang lebih luas.***

Tags

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB