KONTEKS.CO.ID - Serangan udara mematikan yang menghantam pasar di negara bagian Yobe memicu kritik keras terhadap militer Nigeria.
Hal ini terutama terkait dugaan kelemahan intelijen dan koordinasi operasi.
Kelompok keamanan sipil setempat menyebut serangan tersebut bermula dari informasi adanya aktivitas militan Boko Haram di sekitar lokasi pasar.
Baca Juga: Tekanan Inflasi Menguat, BI Mengingatkan Kenaikan Harga dalam Tiga Bulan ke Depan
Abdulmumin Bulama, anggota kelompok tersebut, mengatakan operasi dilakukan berdasarkan data intelijen.
“Informasi intelijen menunjukkan Boko Haram berkumpul dekat pasar dan merencanakan serangan,” katanya.
“Jet Angkatan Udara bertindak berdasarkan informasi yang dianggap kredibel.”
Namun, sejumlah analis keamanan menilai insiden ini mencerminkan celah serius dalam pengumpulan intelijen dan minimnya koordinasi antara pasukan darat dan udara.
Pihak militer Nigeria dalam pernyataannya mengklaim telah berhasil menyerang basis teroris dan pusat logistik militan.
Selain itu juga menewaskan sejumlah anggota kelompok tersebut yang menggunakan sepeda motor.
Baca Juga: Sejumlah Menteri Israel Beri Sinyal Zionis Segera Serang Iran Lagi
Namun, militer tidak memberikan penjelasan terkait dugaan salah sasaran.
Amnesty International mendesak dilakukannya investigasi independen atas insiden tersebut.