KONTEKS.CO.ID - Meja perundingan panas antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan baru-baru ini mencuri perhatian dunia.
Bukan cuma karena isu nuklir yang dibawa, tapi hadirnya sosok Jared Kushner dalam tim negosiasi bentukan Presiden Donald Trump.
Meski tak memegang jabatan formal di pemerintahan, suami Ivanka Trump ini terbukti punya power yang melampaui birokrasi biasa.
Bersama Wakil Presiden JD Vance dan Utusan Khusus Steve Witkoff, Kushner mendarat di Islamabad untuk memecah kebuntuan hubungan Washington-Teheran.
Baca Juga: Counting Down! Syifa Hadju Spill Persiapan Nikah Akhir April 2026: Insya Allah Hampir Selesai
Meski laporan terbaru menyebut negosiasi mengalami deadlock pada Minggu, 12 April 2026, keterlibatan Jared Kushner tetap menjadi highlight utama.
Intip Biodata Jared Kushner
Bagi publik global, mungkin muncul pertanyaan: kenapa Trump mengirim menantunya untuk urusan se-sensitif Iran?
Jawabannya ada pada akses jalur privat. Kushner dikenal memiliki hubungan personal yang sangat kuat dengan para penguasa di Timur Tengah, termasuk Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).
Di mata para pemimpin dunia, berbicara dengan Kushner berarti berbicara langsung dengan Trump tanpa melalui kerumitan protokol Kementerian Luar Negeri.
Ia adalah "jembatan" kepercayaan yang bisa langsung menyampaikan keinginan Gedung Putih ke telinga perantara Iran.
"Para pejabat di Timur Tengah lebih suka berbicara langsung dengan pihak yang memiliki 'akses langsung' ke Donald Trump, dan Kushner memiliki akses kunci itu," tulis laporan terkait perannya sebagai penasihat senior yang kembali aktif tahun ini.
Baca Juga: KPK Obrak-abrik 12 Lokasi Kasus Wali Kota Maidi: Dokumen dan Bukti Elektronik Disita Petugas
Pengusaha Properti dengan Dana Miliaran Dolar
Sama seperti sang mertua, Kushner adalah pebisnis tulen. Ia mendirikan Affinity Partners, sebuah perusahaan ekuitas swasta di Miami yang mengelola aset fantastis senilai $5,4 miliar per September 2025.