dunia

AS Tangkap Hamideh Soleimani Afshar, Keponakan Qassem Soleimani! Status Izin Tinggal Dicabut Marco Rubio

Senin, 6 April 2026 | 09:12 WIB
Keponakan Qassem Soleimani, Hamideh Soleimani Afshar ditangkap di AS. (X @AmYisraelChai_X)

KONTEKS.CO.ID - Ketegangan diplomatik antara Washington dan Teheran memasuki babak baru yang makin personal.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan penangkapan keponakan mendiang komandan militer legendaris Iran, Qassem Soleimani, beserta putrinya.

Penangkapan oleh agen federal ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, secara resmi mencabut status mereka sebagai penduduk tetap yang sah (Lawful Permanent Resident/LPR) pada Sabtu, 4 April 2026.

Baca Juga: Nikita Willy Berhijab, Netizen Soroti 'Teguran Maut' Issa Xander: Kenapa Ibu Pakai Baju Kelihatan Perut?

Tudingan Sebar Propaganda "Setan Besar"

Keponakan Soleimani yang diidentifikasi sebagai Hamideh Soleimani Afshar, dituding oleh otoritas AS sebagai pendukung vokal rezim totaliter Iran.

Selama tinggal di AS, Hamideh Soleimani Afshar dianggap aktif mempromosikan propaganda lewat akun media sosial pribadinya.

Dalam pernyatannya, Departemen Luar Negeri AS menyebut Hamideh sering kali memuji Pemimpin Tertinggi Iran yang baru dan mengecam Amerika dengan sebutan "Setan Besar".

"Ia menyatakan dukungan tanpa ragu terhadap Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang ditetapkan sebagai organisasi teroris. Saat ini keduanya ditahan ICE sembari menunggu proses deportasi," tulis Menlu Marco Rubio lewat unggahan di akun X miliknya.

Baca Juga: Nikita Willy Berhijab, Netizen Soroti 'Teguran Maut' Issa Xander: Kenapa Ibu Pakai Baju Kelihatan Perut?

Biodata Qassem Soleimani: Sosok Paling Berpengaruh

Sebagai informasi, Qassem Soleimani merupakan mantan pemimpin faksi Pasukan Quds IRGC yang tewas akibat serangan drone AS di Baghdad pada 2020 silam.

Ia dianggap sebagai orang paling berkuasa kedua di Iran setelah Ali Khamenei.

Kematian Soleimani (dan kemudian Khamenei pada Februari 2026) terus memicu janji balas dendam dari para petinggi militer Iran.

Langkah AS menangkap keluarganya di tanah Amerika dinilai sebagai upaya pembersihan pengaruh rezim Iran di dalam negeri.

"Orang Amerika harus tahu bahwa balas dendam atas darah syuhada Soleimani pasti terjadi," demikian bunyi ancaman dari mendiang mantan Presiden Iran, Ebrahim Raisi, yang kembali viral di tengah penangkapan ini.

Halaman:

Tags

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB