dunia

Dubes Iran di Jakarta Spill Fakta: Sebut Figur Reza Pahlavi Tak Laku di Mata Rakyat Iran

Selasa, 3 Maret 2026 | 19:00 WIB
Dubes Iran di Jakarta buka suara. (X @airdropbon24914)

 


KONTEKS.CO.ID - Dinamika politik Iran kembali jadi sorotan setelah media Barat mulai memunculkan sosok Reza Pahlavi.

Namun, pemerintah Republik Islam Iran lewat Duta Besarnya di Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak ambil pusing dengan narasi tersebut.

Dalam konferensi pers yang digelar di Menteng, Jakarta Pusat, Senin 2 Maret 2026, Boroujerdi menyebut kemunculan figur keturunan Shah Iran itu tak lebih dari sekadar propaganda lama yang dipoles ulang.

Baca Juga: Otw Jadi Legenda! Janice Tjen Kokoh di Top 40 Dunia dalam Ranking Terbaru WTA

Sentil Sejarah Kudeta 1953

Boroujerdi mengingatkan publik tentang sejarah kelam campur tangan Amerika Serikat di Iran.

Menurutnya, upaya mengembalikan monarki adalah langkah mundur yang melawan arus demokrasi yang sudah diperjuangkan rakyat Iran sejak puluhan tahun lalu.

“Saya rasa mereka sudah pernah melakukan hal ini pada tahun 1953 melalui sebuah kudeta. Amerika Serikat mencoba untuk menyerang demokrasi di negara kami dengan mengembalikan Shah Iran pada saat itu,” tegas Boroujerdi di hadapan awak media.

Ia juga mempertanyakan logika demokrasi yang diusung pihak luar. Jika memang rakyat menginginkan sistem lama, Revolusi 1979 tidak akan pernah terjadi untuk menggulingkan kekuasaan Shah.

Baca Juga: Nggak Pakai Asem! WINGS Food Gebrak Pasar RTD Tea Lewat Teh Lemon Madu yang 'Smooth' Abis

Analogi 'Serangan' Terhadap Negara

Dubes Boroujerdi juga menyoroti legitimasi moral figur yang muncul di tengah isu konflik.

Ia merasa aneh jika ada pihak yang mengaku mencintai negaranya, tapi justru menunggu momentum pengeboman atau kehancuran negaranya sendiri untuk bisa berkuasa kembali.

Ia kemudian memberikan analogi yang cukup relatable bagi masyarakat Indonesia:

“Tentu mungkinkah terdapat orang Iran yang berharap pengeboman terjadi terhadap negaranya? Kami di Iran, masyarakat negara kami, tidak menganggap ada dan tidak menganggap serius orang yang tadi disebutkan.”

Halaman:

Tags

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB