dunia

Desa Berubah Jadi Kuburan Massal, 200 Orang Tewas Dibantai Brutal Kelompok Bersenjata Nigeria

Jumat, 6 Februari 2026 | 06:36 WIB
Serangan brutal kelompok bersenjata tewaskan 200 warga sipil di Nigeria (Foto: SCMP/Ist)

KONTEKS.CO.ID - Serangan brutal oleh kelompok bersenjata di sejumlah desa terpencil di bagian tengah dan utara Nigeria menewaskan hampir 200 orang.

Kasus ini menambah panjang daftar korban konflik bersenjata yang belum juga mereda.

Aparat keamanan kini masih melakukan pencarian korban selamat sekaligus memburu para pelaku. Serangan paling mematikan terjadi di komunitas Woro, Negara Bagian Kwara. 

Baca Juga: Jeritan Kemanusiaan di Sudan dan Nigeria, DPR: Indonesia Harus Tampil, Jangan Cuma Jadi Pengamat!

Anggota parlemen setempat, Saidu Baba Ahmed, menyebut sedikitnya 170 warga tewas setelah kelompok bersenjata menyerbu desa tersebut. 

Kawasan ini berbatasan langsung dengan Negara Bagian Niger dan belakangan kerap menjadi sasaran kelompok bersenjata.

Ahmed mengungkapkan, para pelaku mengumpulkan warga, mengikat tangan mereka ke belakang, lalu mengeksekusi korban satu per satu.

Rumah dan toko dibakar, sementara sebagian warga berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke semak-semak.

“Saat saya berbicara dengan Anda sekarang, saya berada di desa bersama personel militer, memilah jenazah dan menyisir daerah sekitarnya untuk mencari korban lainnya,” kata Ahmed, melansir SCMP, Jumat, 6 Februari 2026.

Polisi hanya mengonfirmasi 'puluhan orang tewas' tanpa merinci angka pasti. Amnesty International menyebut jumlah korban lebih dari 170 orang dan menilai serangan ini sebagai kegagalan serius aparat keamanan. 

Kelompok HAM itu juga menyebut para pelaku telah mengirimkan surat 'peringatan' kepada warga selama lima bulan terakhir.

Baca Juga: Nigeria Akan Bebaskan 313 Tersangka Pemberontak, Ternyata Ini Alasannya

Warga menduga para penyerang merupakan kelompok jihadis yang menuntut penduduk meninggalkan kesetiaan kepada negara Nigeria dan tunduk pada hukum Islam syariah. Penolakan warga berujung pada penembakan massal.

Serangan terpisah juga terjadi di Negara Bagian Katsina, Nigeria utara. Sedikitnya 21 orang tewas setelah kelompok bersenjata berkeliling dari rumah ke rumah dan menembaki warga. 

Insiden ini mematahkan kesepakatan damai enam bulan antara komunitas setempat dan kelompok bersenjata.

Gelombang kekerasan ini kembali menyoroti krisis keamanan kronis di wilayah terpencil Nigeria, di mana sebagian warga terpaksa membayar uang dan bahan makanan kepada kelompok bersenjata demi menghindari serangan.***

Tags

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB