KONTEKS.CO.ID - Sejumlah negara Eropa bereaksi keras setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengangkat wacana pencaplokan Greenland, sebuah wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark, beberapa hari setelah AS menggulingkan kepemimpinan Venezuela melalui operasi militer yang kontroversial.
Trump menyebut Greenland 'sangat strategis' bagi pertahanan AS dan Uni Eropa, serta mengisyaratkan perlunya wilayah tersebut menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Pernyataan itu diungkapkan Trump dalam sebuah wawancara, yang langsung memicu kecaman luas dari negara-negara Eropa dan pemimpin Greenland.
Baca Juga: Pejabat Denmark Maki Presiden AS Donald Trump Perkara Greenland, Makiannya Kasar
Penolakan Tegas Denmark dan Uni Eropa
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menolak keras gagasan tersebut dan memperingatkan bahwa serangan militer terhadap negara anggota NATO, termasuk Greenland, akan mengakhiri aliansi pertahanan bersama tersebut.
"Jika Amerika Serikat memutuskan menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berhenti (bubar-red) termasuk NATO dan oleh karena itu keamanan pasca Perang Dunia Kedua,” tegas Frederiksen kepada jaringan televisi Denmark TV2, Selasa, 6 Januari 2026.
Frederiksen menegaskan bahwa AS tidak memiliki hak untuk mencaplok wilayah yang selama ini menjadi sekutu dekat.
Sementara itu Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menyatakan bahwa ancaman pencaplokan tak pantas dilakukan antarnegara sahabat.
“Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi. Wilayah kami bukan untuk dijual,” katanya, seraya menegaskan keterbukaan untuk berdialog dengan AS melalui saluran yang sesuai dan menghormati hukum internasional.
Solidaritas Eropa Menguat
Respon serupa juga disampaikan oleh negara-negara Eropa lainnya. "Masa depan Greenland ditentukan oleh Kerajaan Denmark dan rakyat Greenland sendiri," tegas Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
Baca Juga: Trump Mengulangi Ancaman AS akan Mencaplok Greenland
Menteri Luar Negeri Jerman dan Prancis juga menekankan bahwa perbatasan dan kedaulatan negara tidak boleh diubah dengan paksaan, sekaligus menyatakan solidaritas penuh kepada Denmark.
Pemimpin negara Nordic lain seperti Norwegia, Finlandia, dan Swedia juga menyatakan bahwa keputusan mengenai Greenland harus berada di tangan Denmark dan Greenland.