dunia

Trump Gandakan Tarif Impor Baja dan Aluminium Jadi 50 Persen, Janji Lindungi Industri Dalam Negeri

Sabtu, 31 Mei 2025 | 21:35 WIB
Gambar Besi (unsplash.com)

KONTEKS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menghidupkan kebijakan proteksionis dengan mengumumkan kenaikan tarif impor baja dan aluminium dari 25 persen menjadi 50 persen.

Dalam pidatonya yang disampaikan di fasilitas US Steel di Pittsburgh, Pennsylvania, Jumat 30 Mei 2025, Trump menyebut kebijakan ini sebagai langkah tegas untuk mengamankan industri baja nasional dari persaingan tidak adil produsen asing.

"Hari ini, saya punya pengumuman besar," ujar Trump dalam orasinya di hadapan ratusan pekerja baja dan pendukungnya.

Baca Juga: Teknologi AI Clothes Try On, Suatu Inovasi yang dapat Permudah Konsumen Bergaya Sesuai Keinginan

"Kita akan memberlakukan kenaikan sebesar 25 persen. Tarif baja yang masuk ke Amerika Serikat akan naik dari 25 persen menjadi 50 persen. Tidak akan ada seorang pun yang bisa mengakali ini."

Langkah ini diambil Trump setelah sejumlah analis perdagangan dan pejabat industri menyuarakan kekhawatiran bahwa kebijakan tarif sebelumnya masih menyisakan celah hukum yang dimanfaatkan importir baja asing untuk menghindari beban pajak tinggi. Trump menyatakan, tarif baru ini akan menutup celah-celah tersebut.

“Pada 25 persen, mereka masih bisa ‘melompati pagar’. Tapi dengan 50 persen, mereka tidak bisa lagi melewati ‘pagar’ itu,” tambah Trump. “Jadi selamat untuk semuanya atas kesepakatan luar biasa ini.”

Trump juga kembali menegaskan pandangannya tentang tarif sebagai instrumen kebijakan ekonomi yang efektif. “Saya katakan, tarif bagi saya adalah kata tercantik dalam kamus,” ujarnya disambut tepuk tangan pendukung.

Kebijakan ini muncul di tengah tekanan besar terhadap sektor manufaktur AS yang sedang menghadapi perlambatan global, kompetisi harga dari China, serta melonjaknya biaya energi.

Industri baja domestik menyambut baik keputusan ini, namun sejumlah ekonom memperingatkan bahwa kebijakan semacam ini dapat memicu perang dagang baru dengan negara mitra.

Baca Juga: Chery Omoda 5 GT: SUV Futuristik dengan Performa Tangguh

Menurut data U.S. Department of Commerce, Amerika Serikat mengimpor lebih dari 20 juta ton baja setiap tahun dari negara-negara seperti Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Brasil, dan Uni Eropa. Pada masa jabatan pertamanya, Trump juga menerapkan tarif serupa yang kemudian memicu respons balasan dari Uni Eropa dan Kanada.

“Langkah ini bisa memicu ketegangan dagang dengan mitra utama AS,” kata James Hoffman, analis perdagangan internasional dari Brookings Institution. “Pada akhirnya, konsumen Amerika juga akan terkena dampaknya melalui harga produk yang lebih mahal, terutama di sektor otomotif dan konstruksi.”

Pasca pengumuman tersebut, harga saham sejumlah perusahaan baja seperti US Steel dan Nucor tercatat menguat lebih dari 3 persen di bursa saham New York. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan industri pengguna baja, seperti produsen mobil dan alat berat, mulai mengantisipasi kenaikan biaya produksi.

Halaman:

Tags

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB