dunia

Pasar Keuangan Turki Terpuruk Akibat Krisis Politik dan Penahanan Ekrem Imamoglu

Sabtu, 22 Maret 2025 | 22:00 WIB
Bendera Turki (unsplash.com)

KONTEKS.CO.ID - Pasar keuangan Turki mengalami goncangan hebat setelah penahanan Ekrem Imamoglu, rival politik utama Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Aksi protes massal dan ketidakpastian politik mendorong aksi jual besar-besaran di pasar saham dan mata uang lira, memicu kekhawatiran akan krisis yang lebih dalam.

Bursa Anjlok, Trading Dihentikan Sementara

Indeks BIST 100 di Bursa Efek Istanbul jatuh 7,81% pada Jumat,21 Maret 2025 dan ditutup di level 9.044,64.

Baca Juga: Polisi Siap Tindak Ormas Pemalak THR, Masyarakat Diminta Melapor

Dalam empat hari terakhir, indeks telah anjlok 16,73%, menjadikannya penurunan mingguan terburuk sejak krisis keuangan global 2008.

Pada pukul 11.27 waktu Turki, perdagangan sempat dihentikan setelah bursa turun 7,01% untuk mencegah penurunan lebih dalam. Namun, ketika perdagangan dilanjutkan, aksi jual masih berlanjut.

Lira Jatuh ke Rekor Terendah, Cadangan Devisa Terkuras

Mata uang lira juga terjerembab, turun 2,3% dalam sepekan dan ditutup di 37,36 Lira per USD. Ini semakin mendekati rekor terendah Lira37,56 per USD yang tercatat pada Rabu, 19 Maret 2025.

Baca Juga: Bitcoin Anjlok Lagi! Apakah Ini Awal dari Bearish Panjang? Simak Analisanya!

Sejak awal tahun, lira telah kehilangan 6,7% nilainya, memperburuk kekhawatiran pasar.

Pemerintah membakar cadangan devisa hingga USD10 miliar dalam upaya menopang nilai tukar lira, tetapi langkah ini belum membuahkan hasil signifikan.

Suku Bunga Melonjak, Biaya Pinjaman Naik

Untuk meredam volatilitas pasar, Bank Sentral Turki (CBRT) menaikkan suku bunga pinjaman overnight menjadi 46%.

Baca Juga: Apple TV+ Merugi Rp 16,5 Triliun Per Tahun, Gagal Bersaing di Pasar Streaming

Langkah ini diperkirakan setara dengan pengetatan moneter sebesar 350-400 basis poin, yang dapat meningkatkan biaya pinjaman bagi bisnis dan rumah tangga.

Di pasar obligasi, harga surat utang Turki turun selama tiga hari berturut-turut, dengan obligasi bertenor panjang kehilangan 2 sen.

Halaman:

Tags

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB