KONTEKS.CO.ID – Prajurit Keraton Yogyakarta mengikuti latihan peningkatan sikap dan karakter keprajuritan, yakni bermental tangguh, disiplin, loyal, serta militansi pengabdian yang digelar TNI AL.
Manggala Prajurit KEraton Yogyakarta, KPH Notonegoro, dalam keterangan pada Rabu, 17 Desember 2025, menyampaikan, pihahaknya menggandeng Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial) untuk memberikan pelatihan tersebut.
Pelatihan ini juga untuk meningkatkan militansi pengabdian dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur Keprajuritan Keraton Yogyakarta sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Baca Juga: 34 WNA China Diamankan Buntut Penyerangan Prajurit TNI di Ketapang Kalbar
Sebagai prajurit penjaga nilai budaya, prajurit Keraton Yogyakarta dituntut memiliki keteladanan sikap, kedisiplinan, serta loyalitas yang kuat terhadap institusi dan masyarakat.
"Abdi Dalem prajurit harus mampu menjadi teladan serta agen perubahan di tengah masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai keprajuritan yang diwariskan secara turun-temurun," katanya.
Saat ini, lanjut Notonegoro, prajurit Keraton Yogyakarta terbagi dalam 13 bregada yang masing-masing memiliki filosofi, tugas, dan kekhasan tersendiri.
Baca Juga: Kejar-kejaran dan Kontak Senjata Warnai Penangkapan Pemburu Rusa di Pulau Komodo
Ia mengungkapkan, keberagaman tersebut merupakan kekuatan budaya yang perlu ditopang dengan ketangguhan psikologis dan karakter individu yang kuat.
"Agar nilai-nilai keprajuritan tetap lestari dan relevan di tengah dinamika perkembangan zaman," ujarnya.
Kepala Dinas Psikologi Angkatan Laut (Kadispsial), Laksamana Pertama TNI Wisnu Agung Priambodo, menyampaikan bahwa penguatan karakter keprajuritan ini selaras dengan jati diri Indonesia sebagai negara kepulauan dan bangsa maritim.
Baca Juga: Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih Hadapi Bencana, Ini Reaksi Mendagri Tito Karnavian
“Kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik dan sumber daya alam, tetapi juga oleh ketangguhan mental serta karakter sumber daya manusia,” katanya.
Menurutnya, nilai-nilai keprajuritan yang hidup dalam lingkungan budaya seperti Keraton Yogyakarta, menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap budaya maritim bangsa.
Artikel Terkait
Keraton Yogyakarta Bikin Delegasi IIS Tercengang: Tradisi, Politik, dan Spiritualitas Membaur Jadi Satu
Helikopter Panther TNI AL Kirim Tenaga Medis ke Daerah Terisolir Lapan Lombu, Pesawat Cassa Angkut Sembako ke Sibolga
KRI Soeharso dan RS Lapangan TNI AL Tangani Kesehatan Ratusan Korban Banjir Aceh
TNI AL Siapkan KRI Surabaya Angkut Bantuan di Antaranya Gas LPG untuk Korban Bencana di Sumatera
TNI AL Kerahkan Lagi Pasukan Zeni Marinir ke Sumatera, KRI Makassar Angkut Bantuan Kementan