• Sabtu, 18 April 2026

Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT Naik ke Level IV, BNPB Catat 31 Kali Erupsi Sejak Jumat

Photo Author
Firman Ramadhan, Konteks.co.id
- Minggu, 21 September 2025 | 17:20 WIB
Gunung Lewotobi Laki-Laki. (Dok. BNPB)
Gunung Lewotobi Laki-Laki. (Dok. BNPB)

KONTEKS.CO.ID - Aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meningkat signifikan sejak Jumat, 19 September 2025.

Status gunung yang sebelumnya berada di Level III (Siaga) kini resmi naik ke Level IV (Awas).

Menurut data BNPB, hingga Minggu, 21 September 2025 pukul 09.00 WITA, tercatat sedikitnya 31 kali erupsi sejak awal peningkatan aktivitas.

Baca Juga: Kisah Sedih Jamaludin: Gaji di Indonesia Tak Cukup untuk Keluarga, Nekat Berenang ke Singapura dan Berujung Hukuman Cambuk

Suplai Magma Baru dan Potensi Erupsi Eksplosif

PVMBG mencatat adanya tren inflasi tubuh gunung dalam 5–7 hari terakhir berdasarkan grafik tiltmeter.

Kondisi ini mengindikasikan adanya suplai magma baru yang bergerak ke permukaan.

BNPB menjelaskan, pola migrasi magma tersebut bisa memicu erupsi eksplosif, sehingga kewaspadaan masyarakat di sekitar kawasan sangat diperlukan.

Baca Juga: Ini Respons Panglima TNI Soal Protes Penggunaan Sirene dan Strobo

“Pola ini mengindikasikan migrasi magma ke kedalaman lebih dangkal, sehingga potensi erupsi eksplosif masih ada,” jelas Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangannya, Minggu, 21 September 2025.

Dampak ke Transportasi Udara

Erupsi Gunung Lewotobi juga berdampak pada sektor transportasi.

Pada Sabtu, 20 September 2025, abu vulkanik memaksa tiga bandara utama di Flores ditutup sementara:

Baca Juga: Enchanting Valley Resmi Dibuka: Destinasi 22 Hektare di Puncak Bogor, Magnet Baru Wisata Keluarga dengan Wahana dan Kuliner Modern

  • Bandara Gewayantana Larantuka di Flores Timur
  • Bandara Frans Seda Maumere di Kabupaten Sikka
  • Bandara Haji Hasan Aroeboesman di Ende

Penutupan dilakukan demi keselamatan penerbangan mengingat sebaran abu vulkanik yang cukup luas.

Imbauan untuk Masyarakat dan Wisatawan

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 6 km dari kawah, serta radius sektoral barat daya–timur laut sejauh 7 km.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X