Korea Selatan (1980)
Setelah kudeta internal, Chun Doo-hwan mengambil alih kekuasaan dan mengumumkan darurat militer.
Gelombang protes besar pun pecah, terutama dari mahasiswa dan aktivis, menuntut demokrasi.
Baca Juga: Profil dan Biodata Acil Bimbo, Meninggal Dunia di Usia 82 Tahun, Ini Warisan Karyanya yang Melegenda
China (1989)
Pemerintah mengumumkan darurat militer saat demonstrasi pro-demokrasi di Lapangan Tiananmen.
Tentara diturunkan dan aksi protes berakhir dengan tragedi berdarah yang memakan ribuan korban jiwa.
Indonesia – Aceh (2003–2004)
Di bawah pemerintahan Presiden Megawati, Aceh ditetapkan sebagai daerah darurat militer akibat konflik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Baca Juga: Geng Solo Disebut Jadi Operator Lapangan dan Begal Demonstrasi
Status ini baru berakhir setelah terjadinya gempa besar 2004 yang kemudian membuka jalan menuju Perjanjian Damai Helsinki pada 2005.
Dari berbagai contoh di atas, darurat militer selalu meninggalkan jejak sejarah yang panjang.
Meski sering dianggap solusi sementara, kenyataannya kebijakan ini juga kerap berdampak besar pada kebebasan rakyat.***