KONTEKS.CO.ID - Keberhasilan uji terbang pesawat udara nirawak Elang Hitam yang dikembangkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menunjukkan Indonesia kini mampu memproduksi drone strategis secara mandiri.
“Ini bukan sekadar uji terbang, karena kami menyatakan bahwa Indonesia kini mampu memproduksi drone strategis dengan teknologi hasil pengembangan dalam negeri,” ujar Direktur Pemasaran, Teknologi, dan Pengembangan PTDI, Mohammad Arif Faisal, dalam keterangannya yang diterima Rabu 30 Juli 2025.
Uji terbang Elang Hitam, drone bertipe Medium Altitude Long Endurance (MALE), dilakukan di Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada Senin lalu.
Arif menjelaskan, drone ini dikembangkan oleh konsorsium yang dipimpin PTDI bersama sejumlah pemangku kepentingan strategis, seperti Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Udara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Institut Teknologi Bandung (ITB).
Baca Juga: PT PAL Pamer Perangkat Lunak Sistem Manajemen Tempur Kapal Perang dan Penangkal Drone
Desain konseptual dan prototipe Elang Hitam sepenuhnya dibuat oleh para insinyur Indonesia.
Drone ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional TNI AU dan mampu terbang hingga ketinggian 20 ribu kaki selama maksimal 24 jam.
“Keberhasilan uji coba ini menunjukkan penguasaan sistem kendali penerbangan otomatis, komunikasi jarak jauh, dan arsitektur sistem terbuka, yang menjadi fondasi utama pengembangan drone MALE buatan Indonesia di masa depan,” jelas Arif.
Drone MALE saat ini menjadi fokus pengembangan militer di negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Prancis, Turki, dan India.
Baca Juga: Gibran Targetkan Swasembada Gula Konsumsi 2026, Pemerintah Andalkan Mekanisasi dan Teknologi Drone
Dengan keberhasilan uji terbang Elang Hitam, Indonesia kini dinilai siap bersaing di ranah tersebut.
“Keberhasilan uji terbang Elang Hitam menjadi simbol kesiapan Indonesia untuk sejajar dengan negara-negara besar dalam penguasaan teknologi drone militer masa depan,” kata Arif.
Ia menambahkan, Elang Hitam akan melanjutkan serangkaian uji coba dan proses sertifikasi sebelum masuk ke tahap produksi massal dan operasional.***