nasional

Budi Gunawan: Koperasi Desa Pilar Demokrasi dan Stabilitas Ekonomi

Rabu, 23 Juli 2025 | 20:05 WIB
Menko Polkam, Budi Gunawan.

KONTEKS.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan, menegaskan pentingnya peran koperasi dalam menopang stabilitas ekonomi masyarakat desa.

Hal ini disampaikannya dalam rangka peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 yang jatuh pada 21 Juli 2025.

Menurut Budi Gunawan atau BG, koperasi bukan hanya lembaga ekonomi, melainkan juga pilar demokrasi yang tumbuh dari desa dan mencerminkan semangat ekonomi Pancasila yang diperjuangkan oleh Bung Hatta.

"Hari Koperasi 2025 ini bisa menjadi momentum kebangkitan memori kolektif bangsa atas gagasan ekonomi Pancasila yang digagas dan diperjuangkan oleh Founding Fathers kita, Bung Hatta, melalui instrumen koperasi," ujar Budi Gunawan dalam keterangan resmi Kemenko Polhukam, Rabu, 23 Juli 2025.

Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian UMKM Ikut Tanamkan Jiwa Entrepreneur Sejak Dini

Dengan mengusung tema “Koperasi Maju, Indonesia Adil Makmur”, pemerintah menetapkan tahun 2025 sebagai tonggak kebangkitan gerakan koperasi nasional.

BG mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat.

"Mari kita jadikan koperasi ini sebagai alat perjuangan, sebagai lembaga ekonomi yang berdaulat di negeri sendiri," katanya.

Selaras dengan Visi Presiden Prabowo

Gagasan kebangkitan koperasi nasional juga sejalan dengan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca Juga: Rismon Sianipar dan Alumni UGM Laporkan Jokowi dan Ova Emilia ke Polda DIY atas Dugaan Skripsi Palsu

Pemerintah tengah menggalakkan pembentukan 80.000 unit Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/Kopkel) Merah Putih sebagai tulang punggung ekonomi rakyat di tingkat lokal.

Peluncuran simbolis program ini telah dilakukan pada 21 Juli 2025 di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengingatkan agar koperasi modern tidak mengulangi kesalahan masa lalu.

Halaman:

Tags

Terkini