KONTEKS.CO.ID - TNI tengah meningkatkan kapabilitas armadanya melalui pengadaan dua kelas frigat terbaru.
Langkah awal dimulai dengan peresmian kapal KRI Brawijaya pada Rabu 2 Juli di Mugiano, Italia.
KRI Brawijaya (nomor lambung 320) merupakan frigat pertama dari dua unit PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) buatan galangan Fincantieri.
Kapal ini awalnya dirancang untuk Angkatan Laut Italia, namun kemudian dijual ke Indonesia.
Baca Juga: Perusahaan Prancis Menang Tender Penangkal Ranjau Laut Tanpa Awak dari TNI AL
Kapal kedua, yang diberi nama Prabu Siliwangi (321), saat ini sedang dalam tahap persiapan pengiriman dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada Desember tahun ini.
Meski oleh Angkatan Laut Italia disebut sebagai kapal patroli lepas pantai, bobot kapal PPA yang mencapai 4.912 ton lebih layak dikategorikan sebagai frigat.
Kapal ini akan menjadi kapal permukaan tempur terbesar yang dimiliki TNI AL.
Setelah kedatangan resminya yang direncanakan pada September, frigat sepanjang 143 meter ini akan memperkuat Komando Armada II yang bermarkas di Surabaya.
Baca Juga: Vonis Penjara Seumur Hidup Plus Dipecat dari TNI AL untuk Pelaku Pembunuhan Jurnalis Juwita
Indonesia menandatangani kontrak pembelian senilai USD1,39 miliar atau sekitar Rp22,565 triliun untuk dua frigat ini pada Maret 2024.
Persenjataan kapal mencakup meriam laut 127mm, radar Leonardo Kronos, jammer elektronik Elt Roma Zeus, serta sistem komunikasi dan dukungan elektronik dari Saab.
Kedua kapal PPA ini dibangun dalam konfigurasi ‘Light+’, tetapi Pemerintah Indonesia menunjukkan ketertarikan untuk menaikkan konfigurasi menjadi ‘Full’ dan memasang sistem pertahanan udara Aster 30.