KONTEKS.CO.ID - Meskipun kasus penyebaran virus Corona (Covid-19) telah berlalu, jenis virus Covid 19 masih tetap ada dan akan terus berkembang dalam bentuk varian baru.
Salah satu varian Covid 19 terbaru yang sedang merebak adalah Varian Nimbus. Virus baru Covid 19 yang merupakan subvarian NB.1.8.1.
Varian Nimbus menjadi biang kerok penyebaran Covid 19 di seluruh dunia. Varian Nimbus termasuk turunan dari Omicron.
Baca Juga: Info Tiket Konser Mariah Carey di Indonesia 4 Oktober 2025, Tiket Dijual Mulai 19 Juni
Kasus-kasus varian tersebut telah dilaporkan di negara-negara Asia, termasuk Thailand, Indonesia, dan China.
Sementara itu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris mencatat 13 kasus pertama di Inggris minggu lalu.
Gejala Covid Nimbus
Melansir dari Ciputra Hospital pada Rabu, 11 Juni 2025, gejala Covid Nimbus hampir serupa dengan gejala varian Covid-19 sebelumnya.
Varian ini dapat menimbulkan gejala berupa demam, sakit kepala, pilek, mual, muntah, dan sebagainya.
Baca Juga: Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana Kasus Izin Usaha Pertambangan di Raja Ampat, Siapa Jadi Tersangka?
Meskipun kasus penyebaran virus Corona (Covid-19) telah berlalu, jenis virus ini masih tetap ada dan akan terus berkembang dalam bentuk varian baru.
Covid Nimbus atau NB. 1.8.1 ini pertama kali terdeteksi pada awal bulan tahun 2025 dan tersebar di beberapa negara, termasuk Inggris, China, dan Amerika Serikat.
Mengenal SAR-CoV-2 Varian NB.1.8.1
Varian Nimbus NB.1.81 merupakan turunan dari varian Omicron.