• Sabtu, 18 April 2026

Prabowo Keluhkan Anggaran Kemhan Banyak Ditolak Sri Mulyani, Ternyata Segini Tambahan Utang Belanja Alutsista

Photo Author
Muslimin Trisyuliono, Konteks.co.id
- Selasa, 9 Januari 2024 | 11:04 WIB
Prabowo Subianto sampaikan alasan tak salaman dengan Anies Baswedan usai debat capres ketiga.
Prabowo Subianto sampaikan alasan tak salaman dengan Anies Baswedan usai debat capres ketiga.

KONTEKS.CO.ID - Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyinggung nama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat debat capres ketiga pada Minggu, 7 Januari 2024.

Nama Menkeu Sri Mulyani disinggung hingga beberapa kali saat Prabowo menjelaskan soal belanja Kementerian Pertahanan.

Awalnya, Prabowo merespons capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengenai capaian Minimum Essential Force (MEF) yang menurun.

Menanggapi hal itu, Prabowo menyebut banyak rencana yang tidak disetujui oleh Menkeu Sri Mulyani karena anggaran belanja terganggu pandemi Covid-19.

"Saya memang sudah menjadi Menhan empat tahun, tetapi kami diganggu oleh Covid-19, 2 tahun di mana terjadi refocusing. Jadi banyak yang kami ajukan tidak disetujui Menteri Keuangan," kata Prabowo saat debat capres di Istora Senayan.

[irp posts="223991" ]

Pada November 2023 lalu, Menkeu Sri Mulyani pernah menyebut pemerintah telah menambah utang untuk belanja alutsista.

Sri Mulyani memaparkan untuk tahun 2020 hingga 2024, alokasi pinjaman luar negeri untuk alutsista disepakati USD20,75 miliar atau sekitar Rp319,55 triliun.

Namun, alokasi tersebut ditingkatkan menjadi USD25 miliar atau sekitar Rp385 triliun.

"Kemenhan ini ada alokasi yang cukup signifikan dari pinjaman luar negeri, untuk tahun 2020-2024 waktu itu sudah disetujui Bapak Presiden USD20,75 miliar," ujar Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Kemarin karena ada perubahan maka alokasi untuk 2024 menjadi USD25 miliar. Jadi kenaikannya cukup signifikan," ujarnya.

[irp posts="223712" ]

Untuk jangka waktu panjang hingga 2034, Sri Mulyani menyebut Presiden Jokowi telah menyetujui tiga rencana strategis di Kemenhan yang membutuhkan pinjaman luar negeri senilai USD55 miliar.

Sri Mulyani menjelaskan, alokasi itu naik untuk merespons kebutuhan kondisi alutsista di tengah gonjang-ganjing geopolitik dunia.

"Kebutuhannya memang disampaikan Kemenhan menanggapi kebutuhan sesuai kondisi alutsista dan kemudian ancaman serta peningkatan dinamika geopolitik dan geosecurity," ucap Sri Mulyani.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muslimin Trisyuliono

Tags

Terkini

X