Lebih jauh disampaikan, demi mencegah rasa frustrasi itu, Ponto menegaskan perlunya pendekatan personal dari atasan langsung.
Baca Juga: Dari Moskow hingga Paris, Ini Hasil Lengkap Diplomasi Prabowo Subianto ke Eropa
"Itu kenapa? Karena tidak bisa menjaga. Kita harus bisa jaga ini, arahan, bagaimana kesabaran. Bagaimana kita membangun kepercayaan," sarannya.
Dalam pembinaannya, lanjut Ponto, wajib dilakukan secara tatap muka dan personal satu per satu. Itu supaya atasan benar-benar mengenali karakter dan masalah masing-masing individu bawahannya.
"Ini handler, melatih. Ini pekerjaan handler yang tiap hari ketemu face to face. Kalau itu ketemu dari orang per orang, nanti dari kepala orang itu dengan kepala orang itu, atasnya lagi, terus begitu. Sehingga terjadilah sinergi untuk patuh," tutur Ponto.
Baca Juga: Yamaha Rilis Aplikasi Y-ON, Hub Digital dengan Segudang Fitur Baru yang Menyenangkan Konsumen
Ponto mennambahkan, jika ingin membuat bawahan patuh dan disiplin, seorang atasan tak bisa sekadar berteriak memberikan perintah dari jauh.
"Jadi di sini, bagaimana supaya dia patuh? Orang per orang. Satu per satu. Jadi kita tidak bisa, 'Woi, kamu di sana!' Nggak bisa. Orang per orang. Kita harus tahu satu per satu karakternya seperti apa," pungkasnya. ***
Artikel Terkait
No Comment, Wadanpuspom TNI Pilih Bungkam Soal Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS Ditahan, Publik Tagih Transparansi
Surat Terbuka Andrie Yunus: Tolak Kasus Air Keras Masuk Peradilan Militer, Sikat Habis Impunitas!
Istana Respons Usulan Pembentukan TGPF Independen Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
Tak Percaya Puspom TNI, TAUD Laporkan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus ke Bareskrim Polri
KontraS Sangsi Motif Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Bakal Diungkap TNI: Cuma Seret Pelaku Lapangan