Seluruh petugas pengawasan ini merupakan bagian dari jajaran eksekutif Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Oleh karena itu, diperlukan semangat kebersamaan untuk mewujudkan tiga target utama, yakni sukses penyelenggaraan, sukses ekosistem ekonomi, serta sukses adab dan peradaban haji.
Khusus untuk keberhasilan penyelenggaraan ibadah, Inspektorat Jenderal telah menetapkan lima indikator utama, yaitu penyerapan kuota haji 100 persen, penurunan angka kematian jemaah, tidak adanya jemaah hilang, berkurangnya berbagai kendala layanan seperti pemisahan keluarga, konsumsi, akomodasi, hingga bagasi, serta nihil praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Menutup laporannya, Irjen mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada dan tidak lengah, meskipun persiapan dinilai telah berjalan sistematis.
Baca Juga: Momen Hangat Prabowo Rayakan Ultah ke-37 Seskab Teddy di Paris, Terima Potongan Kue Pertama
"Seluruh petugas, baik dari unsur eksekutif maupun pengawas eksternal seperti Komisi VIII DPR RI dan BPK, diminta tetap menjaga kerendahan hati karena tergabung dalam satu kesatuan besar, yaitu Delegasi Haji Republik Indonesia," ujarnya.***
Artikel Terkait
Kemenhaj Perkuat Layanan Haji Ramah Lansia dan Disabilitas di 2026
KPK Sita Uang USD1 Juta dalam Kasus Kuota Haji, Diduga Bakal Dipakai Yaqut Kondisikan Pansus di DPR
Kemenhaj Tekankan Jejaring Global untuk Hadapi Tantangan Haji di Tengah Ketidakpastian Dunia
Gus Irfan Tegaskan Antrean Haji Tak Dihapus, Wacana “War Tiket” Masih Dikaji
Kemenhaj Warning Keras: Berangkat Haji Tanpa Visa Resmi Bisa Berujung Sanksi