KONTEKS.CO.ID – Penasihat senior Lab 45, Andi Widjajanto, mengatakan, ada fenomena glitch di media sosial TikTok jelang pembakaran gedung DPRD pada aksi demontarsi akhir Agustus kemarin.
Andi dilansir dari siniar Gaspol pada Minggu, 14 September 2025, mengatakan, anarkis menuju amok ini sebenarnya sudah disimulasikan di media sosial menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Saya enggak tahu istilahnya apa ya, istilah formalnya apa dalam teman-teman yang secara spesifik mempelajari AI," katanya.
Baca Juga: Bukan Cuma di NTB, Kantor DPRD Cirebon juga Dibakar: Massa Protes Kinerja Dewan
Andi lantas menamakannya dengan glitch, yakni sesuatu yang muncul tiba-tiba seperti air mendidih.
"Kayak air mendidih gitu loh, blup. Blup terus tiba-tiba turun lagi ya," ujarnya.
Ia mengungkapkan, kalau seandainya glitch atau isu yang dilemparkan kemudian berhasil menjadi kinetik, kemudian viral di media sosial.
Andi menyampaikan, tiba-tiba muncul
glitch bahwa gedung DPRD
dibakar di TikTok sesaat setelah kendaraan taktis (rantis) Brimob melindas dan menewaskan Affan Kurniawan.
"Di TikTok saya, kok ada glitch media muncul ya gedung DPRD terbakar," ujarnya.
Andi lantas mengetik gedung DPRD di kolom pencarian media sosial tersebut. Hasinya, banyak informasi serupa.
"Saya scroll itu muncul, muncul, muncul," ucapnya.
Lantas ia mencari informasi tersebut di mesin pencari Google untuk menguji informasi tersebut benar atau tidak.
"Saya ketik gedung DPR terbakar, saya enggak nemu apa-apa. Enggak lama kemudian, [DPRD]
Makassar terbakar,
glitch-nya hilang loh," ujarnya.
Andi mensinyalir bahwa itu seperti sesuatu yang disimulasikan. Ketika telah terjadi pembakran, glitch-nya hilang.
Ia bersama rekan-rekannya di Lab 45 belum menemukan cara atau teknik untuk menarik atau meng-crolling glitch gedung DPRD terbakar tersebut.
"Wah, ini sesuatu yang baru nih yang harus kita pelajari ke depan," katanya.
Mantan Sekretaris Kabinet era Joko Widodo (Jokowi) ini menyebut bahwa saat eranya di kabinet, fenomena atau pola seperti ini belum pernah ada.
"Jadi saya rasa ini ada sesuatu yang memang dicoba ya relatif berhasil ya dieksperimentasi di antara 25 sampai 31 Agustus," katanya.***
Artikel Terkait
5 Halte TransJakarta Dibakar dan Dirusak Massa, Warga Resah, Akses Transportasi Terganggu
Gedung DPRD NTB Dibakar Massa Aksi, Suasana Kota Mataram Memanas, Brimob dan TNI Berjaga
Bukan Cuma di NTB, Kantor DPRD Cirebon juga Dibakar: Massa Protes Kinerja Dewan
Polrestro Jaktim Diserang Massa, Sejumlah Kendaraan Dibakar
Demonstran di Kediri Rusak Polres dan Bakar Gedung DPRD