KONTEKS.CO.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap Harip Budiman, buronan perkara tindak pidana perbankan di Jalan Condet Raya, Jakarta Timur (Jaktim).
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna di Jakarta, Jumat, 29 Agustus 2025, mengatakan, Harip merupakan buronan dan DPO dari Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar).
Tim Satgas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI) Kejagung menangkap Harip pada Kamis, 28 Agustus 2025, tanpa perlawanan.
"Saat diamankan, terpidana bersikap kooperatif, sehingga proses pengamanan berjalan dengan lancar," ujarnya.
Tim SIRI Kejagung selanjutnya membawa Harip ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) dan menitipkannya untuk diproses lebih lanjut.
Pria kelahiran Tanjung Medan tersebut ditangkap untuk dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).
"Bahwa terpidana Harip Budiman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbankan,” katanya.
Atas dasar itu, Harip Budiman dijatuhi pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan pidana denda sebesar Rp10 miliar.
"[Ini] sebagaimana Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 7684 K/Pid.Sus/2024 tanggal 28 November 2024 jo. Putusan Pengadilan Negeri Pontianak Nomor: 120/Pid.Sus/2024/PN.Ptk tanggal 11 Juli 2024.***
Artikel Terkait
Kejagung Tangkap DPO Korupsi Truk dan Pikap Sampah Sukabumi, Negara Rugi Nyaris Rp900 Juta
Kejagung Tangkap Buronan Kasus Penipuan Rp12 Miliar
Kejagung Tangkap Buronan Penggelapan Fee Marketing Rp500 Juta Duri Mall Indah
Kejagung Tangkap Buronan Theng Hong Sioe di Bali
Kejagung Tangkap GS Buronan Korupsi Proyek Jalan Rp31 Miliar