• Sabtu, 18 April 2026

Kapan Puasa 2025? Kemenag: Tunggu Hasil Pantauan Hilal Awal Ramadan 1446 H Akhir Februari

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Kamis, 20 Februari 2025 | 12:06 WIB
Kemenag menggelar rukyatulhilal untuk menentukan kapan puasa Ramadan 2025. (Kemenag)
Kemenag menggelar rukyatulhilal untuk menentukan kapan puasa Ramadan 2025. (Kemenag)


KONTEKS.CO.ID - Kapan puasa 2025 dimulai? Jawaban lengkapnya ada di artikel Konteks berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian Agama (Kemenag).

Terkait kapan waktu bulan puasa tahun 2025, pemerintah melalui Kemenag akan menyelenggarakan pantauan hilal (rukyatulhilal) awal Ramadan 1446 H.

Pantauan dilakukan pada 28 Februari 2025 dengan menempatkan tim pemantau pada 125 titik di seluruh Nusantara.

Baca Juga: Gempa Hari Ini Magnitudo 5,2 di Aceh, Begini Analisis BMKG

Rukyatulhilal ini akan menerjunkan para ahli ilmu falak dari Kantor Wilayah Kemenag dan Kemenag Kabupaten/Kota. Mereka juga bekerja sama dengan Pengadilan Agama, organisasi masyarakat Islam, dan instansi terkait lainnya.

“Pemantauan hilal awal Ramadan akan dilakukan di 125 titik se-Indonesia pada 28 Februari mendatang,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad di Jakarta, melansir Kamis 20 Februari 2025.

Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), ijtimak menjelang Ramadan 1446 H diperkirakan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB. 

Baca Juga: Tak Terima Kalah di Pemilu, Mantan Presiden Brasil dan Jenderal Setianya Didakwa Kudeta Lula

Di hari rukyat, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk dengan kisaran antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’. Sementara itu, sudut elongasi berkisar antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.

Hasil rukyat hilal dari berbagai daerah, beserta data hisab mengenai posisi hilal, akan dibahas dalam sidang isbat. Nah keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan awal Ramadan 1446 H di Indonesia.

Kemenag menjadwalkan Sidang Isbat berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama di Jalan MH Thamrin No 6, Jakarta Pusat. 

Baca Juga: Gempa Bumi Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Banda Aceh, Terasa Hingga Pidie

Sidang dihadiri sejumlah pihak, termasuk perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta sejumlah lembaga terkait. 

Misalnya, Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Planetarium Jakarta.

“Sidang Isbat merupakan bentuk sinergi antara Kemenag, organisasi Islam, serta lembaga terkait dalam menentukan awal bulan Hijriah. Keputusan yang diambil diharapkan dapat menjadi pedoman bersama bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah Ramadan,” katanya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X