metro

Virus Corona Mengintai Lagi, Dinkes DKI Ungkap Ada Peningkatan Kasus COVID-19 di Jakarta

Rabu, 4 Juni 2025 | 11:04 WIB
Ilustrasi penyebaran virus COVID-19 yang terindikasi meningkat di DKI Jakarta. (Pixabay)


KONTEKS.CO.ID - Masyarakat Jakarta diminta mewaspadai penularan COVID-19 karena adanya lonjakan kasus penularannya di Ibu Kota.

Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi (Dinkes Pemprov) DKI Jakarta mencatat lonjakan penularan terjadi sejak Januari-Mei 2025. 

Kasusnya mencapai 38 kasus positif dengan puncak penularan tertinggi terjadi pada Februari 2025. Untuk mewaspadainya, Dinkes menggelar monitoring atau pemantauan perkembangan COVID-19 di Jakarta.

Baca Juga: Bursa Transfer 2025: Simone Inzaghi Resmi Tinggalkan Inter Milan, Lanjutkan Karier di Timur Tengah

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes DKI Jakarta, Ovi Norfiana, mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah merilis SE kewaspadaan menyikapi peningkatan kembali kasusnya di sejumlah negara. Semisal Singapura, Thailand serta Hong Kong.

"Sebagai bentuk kewaspadaan, Pemprov melalui Dinas Kesehatan terus melakukan monitoring rutin terhadap kasus COVID-19 di wilayah Jakarta," kata Ovi, Rabu 4 Juni 2025.

Merujuk data dari berbagai laboratorium pemeriksa spesimen COVID-19 sejak 1 Januari-31 Mei 2025, terpantau ada 38 kasus positif. Puncak kejadiannya terjadi pada Januari dengan 25 kasus dan menyusul Februari (2 kasus), Maret (1 kasus), April (4 kasus), dan Mei 6 kasus.

Baca Juga: Kiromal Katibin Juara Piala Dunia Panjat Tebing 2025, Bendera Indonesia Berkibar di Prancis

Beruntung, tak ada kematian yang menyertainya. “Dan tidak ada kematian yang dilaporkan lantaran COVID-19 selama periode itu. Tidak ada temuan tren peningkatan signifikan kasus positif COVID-19 di Jakarta,” klaim Ovi.

Sebagai langkah antisipasif, Dinkes DKI memperkuat sistem surveilans dan pelaporan kasus di semua fasilitas pelayanan kesehatan. Baik di puskesmas atau rumah sakit.

Kemudian memastikan kesiapsiagaan layanan kesehatan di Jakarta. Termasuk ketersediaan tenaga medis, ruang isolasi, dan sistem rujukan jika terjadi lonjakan kasus.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Idul Adha dan Penjelasan Ketentuannya

Langkah antisipasif lainnya, mengedukasi masyarakat supaya tetap mengaplikasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Misalnya, mencuci tangan pakai sabun secara rutin, menggunakan masker bila mengalami gejala batuk atau pilek, atau saat berada di tempat ramai. 

Lalu menjaga etika batuk dan bersin, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika merasakan gejala sakit.

Warga yang hendak bepergian ke luar negeri diimbaua selalu mengikuti protokol kesehatan di negara tujuan, serta memastikan kondisi tubuh tetap fit.

Baca Juga: Cara Jadi Afiliator TikTok Go: Panduan Lengkap untuk Pemula

“Termasuk melengkapi vaksinasi COVID-19, terutama bagi untuk masyarakat yang rentan seperti lansia dan penderita penyakit kronis,” tambahn Ovi.

Sebelumnya, Konteks mengabarkan Menkes Budi Gunadi Sadikin membenarkan adanya peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia. Namun varian virus Corona yang terdeteksi di Tanah Air tidak mematikan. ***

Tags

Terkini