• Sabtu, 18 April 2026

Hasil Penelitian Ungkap 4 dari 10 Orang di Jabodetabek Merasa Kesepian, Ini Sebabnya

Photo Author
Kasim Lopi, Konteks.co.id
- Rabu, 20 Desember 2023 | 10:17 WIB
4 dari 10 orang di Jabodetabek ternyata kesepian (Foto Canva-Piotr Arnoldes from Pexels)
4 dari 10 orang di Jabodetabek ternyata kesepian (Foto Canva-Piotr Arnoldes from Pexels)

KONTEKS.CO.ID - Studi dari Health Collaborative Center (HCC) mengungkapkan 4 dari 10 orang yang tinggal di Jabodetabek merasa kesepian.

Ketua HCC Ray Wagiu Basrowi menjelaskan, hasil 4 dari 10 orang kesepian di Jabodetabek itu didapat selama tiga bulan terakhir.

Hasil penelitian tersebut berdasarkan jajak pendapat secara daring terhadap 1.226 responden.

HCC mengungkapkan, partisipan telah menikah (82 persen), perantau (32 persen), dan tinggal bersama orang tua (47 persen).

Hasilnya, 44 persen atau sekitar 4 dari 10 warga Jabodetabek mengalami kesepian derajat sedang.

"4 dari 10 orang yang tinggal di Jabodetabek alami kesepian derajat sedang dan berat,” kata Ray Wagiu Basrowi yang juga peneliti utama HCC, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 19 Desember 2023.

Dari 1.229 responden, kata Ray, 83 warga Jabodetabek merasa tidak kesepian.

Lalu, 533 orang alami kesepian derajat rendah.

"542 orang alami kesepian derajat sedang, dan 71 orang alami kesepian derajat tinggi,” ujarnya.

Ray mengatakan, ada beberapa faktor pendorong yang akhirnya membuat warga Jabodetabek mengalami kesepian derajat sedang hingga tinggi.

Salah satunya, ketidakcocokan dengan lingkungan sekitar, baik di lingkungan kerja maupun tempat tinggal.

Selain itu, hobi yang tak sama dengan orang di sekitar membuat derajat kesepian semakin meninggi.

"Faktor dominan yang bisa menentukan derajat kesepian seseorang adalah ketidaksesuaian dengan lingkungan. Sering merasa malu atau minder. Sering merasa tidak dekat dengan orang lain, dan hobi yang berbeda dengan teman sekitar,” jelasnya.

Ray menyarankan kepada seluruh masyarakat yang mengalami gejala kesepian atau merasa kesepian segera memeriksakan diri.

Pemeriksaan dapat melalui tes psikologi berbasis online maupun bertemu psikolog secara langsung.

“Pertama harus diidentifikasi. Saat ini sudah banyak situs yang memiliki validasi, misal situ milik psikologi Universitas Indonesia. Kalau hasilnya ternyata derajat sedang atau tinggi, langsung bertemu psikolog,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kasim Lopi

Tags

Terkini

X