Meski pusat pertahanan Iran berada dalam status siaga tinggi, rudal jarak jauh ini mampu menjangkau target kecil dari jarak lebih dari 1.000 kilometer tanpa terdeteksi.
Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei menandai pergeseran drastis doktrin militer Israel yang kini secara terbuka menargetkan kepala negara.
Meski pusat pengambilan keputusan berhasil dilumpuhkan, dunia internasional kini menyoroti konsekuensi strategis jangka panjang.
Terbukti Iran tidak mudah ditaklukkan, bahkan hingga sekarang. Dan, perang ini pun belum bisa diprediksi kapan akan selesai.
Makna Susannah dan Epic Fury
Susannah adalah nama pemberian perempuan dengan akar sejarah dan keagamaan yang kaya. Nama ini berasal dari nama Ibrani Shoshannah yang berarti bunga lili atau mawar.
Bunga lili sering dikaitkan dengan kemurnian, kecantikan, dan kepolosan, yang berkontribusi pada konotasi positif nama tersebut.
Susannah muncul dalam Apokrifa Perjanjian Lama sebagai pahlawan wanita yang berbudi luhur dalam Kitab Susanna.
Baca Juga: Gatot Soebroto, Sang Penyelamat Karier Militer 'Monyet' Soeharto Akibat Kasus Beras
Nama ini telah digunakan dalam berbagai bentuk di berbagai budaya dan bahasa, mempertahankan esensi yang elegan dan lembut. Nama-nama terkait termasuk Susan, Suzanne, Zuzanna, dan Shoshana.
Susannah paling populer di negara-negara berikut: Inggris Raya, Amerika Serikat, Kanada, Afrika Selatan, Belanda.
Lantas bagaimana dengan Epic Fury?
Penamaan Operasi Epic Fury dalam serangan militer AS terhadap Iran bukanlah sekadar rangkaian kata yang muncul begitu saja.
Di balik nama itu tersimpan makna simbolis yang diyakini mampu membangkitkan semangat dan mentalitas seorang pejuang.