ekonomi

Shinta Kamdani Curhat: PHK Naik Tapi Lapangan Kerja Baru Masih Seret, Solusi Masih Tanda Tanya

Senin, 28 Juli 2025 | 18:53 WIB
Shinta Kamdani: Yang mengkhawatirkan bukan PHK tapi kurangnya lapangan kerja. (X @apindonasional)

 

KONTEKS.CO.ID - Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, angkat suara soal ancaman nyata di dunia ketenagakerjaan. Menurutnya, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus terjadi bukan satu-satunya masalah besar.

"Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya angka PHK, melainkan apa yang terjadi setelahnya, yaitu tidak cukup banyak lapangan pekerjaan yang tercipta," ujar Shinta dalam forum Dewan Pengawas BPJS di BRIN pada Senin, 28 Juli 2025.

Ia menyebut, minimnya kesempatan kerja baru memperparah efek PHK massal. Data pun simpang siur antar kementerian, asosiasi, dan pengawas. “Kita bisa berdebat soal angka, tapi fokus kita seharusnya ke solusi,” katanya.

Baca Juga: Kadishub Pematangsiantar Jadi Tersangka Korupsi, Ngaku Diperas Rp200 Juta oleh Oknum Polisi?

PHK Datang, Data Tak Kompak, Solusi Masih Tanda Tanya

Shinta menyoroti fakta bahwa hingga kini, tidak ada angka PHK yang benar-benar seragam antara kementerian, lembaga, dan asosiasi. Bahkan Apindo pun tidak punya angka pasti.

Namun baginya, hal yang lebih penting dari perdebatan angka adalah aksi nyata untuk mencegah PHK lanjutan. Ia menilai, solusi harus dicari lewat kolaborasi multi-pihak bukan hanya dari sektor usaha.

“Dunia usaha tidak bisa jalan sendiri. Kita butuh dukungan dari akademisi, ekonom, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Harta Rano Karno Tembus Rp17 Miliar, Ini Daftar Aset dan Koleksi Mobil Mewah yang Fantastis

Dunia Usaha = Otot, Pekerja = Nadi, Pemerintah = Tulang Punggung

Shinta menggambarkan ekonomi Indonesia layaknya tubuh. Dunia usaha adalah otot penggerak yang menciptakan nilai dan membuka lapangan kerja. Pekerja adalah nadi dan darah sistem ekonomi. Pemerintah berperan sebagai tulang punggung dan otak kebijakan.

“Kalau satu saja melemah, keseluruhan sistem dapat terguncang,” tegas Shinta.

Ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan dan efisiensi agar usaha tetap kompetitif. Tanpa itu, tantangan seperti perang dagang dan tekanan global bisa makin memperburuk situasi.

Baca Juga: Demokrat Bantah Isu Ijazah Palsu Jokowi: Fitnah Tak Etis, Jangan Adu Domba

Kolaborasi Jadi Kunci, Bukan Saling Menyalahkan

Di tengah tekanan domestik dan global, dunia usaha tetap ingin jadi mitra pemerintah dan buruh. Tapi, kebijakan harus saling menopang, bukan membebani salah satu pihak.

Halaman:

Tags

Terkini