KONTEKS.CO.ID - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini ditutup di zona hijau.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,18 persen atau naik 86 poin ke posisi 7.398.
Sebanyak 327 saham mengalami kenaikan, sementara 285 saham melemah dan 192 lainnya tidak berubah.
"Kenaikan IHSG terutama didorong oleh sektor teknologi, bahan baku, dan infrastruktur," ujar Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia, Senin 21 Juli 2025.
Baca Juga: Di Balik Penguatan IHSG, Kapital Asing Pergi dan Tarif Trump Masih Berat
Volume transaksi saham mencapai 31,29 miliar lembar dengan total 1.956.348 kali transaksi.
Nilai total perdagangan tercatat sebesar Rp16,31 triliun, sementara kapitalisasi pasar menyentuh Rp13.302,82 triliun.
Kenaikan IHSG terjadi meskipun bursa saham Asia bergerak variatif.
Menurut Phillip Sekuritas, pelaku pasar masih mencermati dinamika terbaru dalam tensi perdagangan global.
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat setelah Saham Infrastruktur Melonjak
Di sisi lain, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menetapkan 1 Agustus sebagai tenggat pembayaran tarif.
Ketentuan tersebut berlaku bagi mitra dagang AS agar mematuhi jadwal pungutan.
Sementara itu, bank sentral Tiongkok (PBOC) memilih mempertahankan suku bunga acuan Loan Prime Rate (LPR).
"Suku bunga satu tahun tetap 3 persen dan LPR lima tahun dipertahankan di 3,5 persen," jelas analis Ibrahim.***