Per kuartal I/2026, BTN mencatatkan penyaluran kredit senilai total Rp400,63 triliun atau naik 10,3% yoy dari Rp363,11 triliun. Dari total penyaluran kredit tersebut, di segmen KPR Subsidi, BTN merekam telah menyalurkan kredit senilai Rp193,55 triliun per kuartal I/2026 atau naik 7,7% yoy dari Rp179,70 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
Kemudian, untuk segmen KPR Non-Subsidi, posisi kredit telah mencapai Rp112,56 triliun per kuartal I/2026 atau naik 5,4% yoy dari Rp106,81 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BTN juga tumbuh positif sebesar 9,9% yoy menjadi Rp422,63 triliun per kuartal I/2026 dari Rp384,70 triliun di periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: 3 Jurus Baru Pemerintah Kuatkan Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global
Current account and savings account (CASA) BTN juga terus menunjukkan peningkatan sejalan dengan transformasi di segmen retail dan kehadiran bale by btn. Per kuartal I/2026, CASA BTN tercatat naik 7,9% yoy menjadi Rp212,11 triliun atau menempati porsi 50,2% dari total DPK.
Cost of Fund (CoF) BTN pun membaik ke level 3,0% per kuartal I/2026 atau turun dari 4,0% di periode yang sama tahun lalu. Kinerja kredit dan DPK tersebut juga ikut menopang peningkatan aset BTN sebesar 10,5% yoy menjadi Rp517,54 triliun per kuartal I/2026 dari Rp468,53 triliun.
Dengan berbagai kinerja positif BTN tersebut, per kuartal I/2026, perseroan mencatatkan perolehan laba bersih senilai Rp1,1 triliun atau melesat 22,6% yoy dari Rp904 miliar di periode yang sama tahun lalu.
“Tentunya kinerja positif ini tidak terlepas dari dukungan Danantara Indonesia dan BP BUMN yang terus mendorong BTN dalam menjalankan noble purpose kami sebagai motor penggerak pembiayaan perumahan nasional sekaligus tetap memberikan kinerja yang optimal dan berkelanjutan bagi para shareholders,” tutur Nixon.
Baca Juga: Target PBSI di Thomas dan Uber Cup 2026: Tim Putra Bidik Final, Putri Minimal Semifinal
Jumlah Pengguna bale by BTN
Sementara itu, di kuartal pertama tahun ini, pengguna bale by BTN juga melonjak sebesar 67,5% yoy menjadi 4 juta pengguna dari 2,4 juta pengguna di kuartal I/2025.
Peningkatan jumlah pengguna tersebut jugaikuti pertumbuhan positif rata-rata saldo tabungan, jumlah, dan nilai transaksi yang masing-masing melesat sebesar 18% yoy, 8,1% yoy, dan 48,2% yoy per kuartal I/2026.
Menurut Nixon, salah satu penopang utama peningkatan signifikan tersebut yakni acara BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026.
“BTN JAKIM menjadi salah satu pendongkrak peningkatan signifikan untuk transaksi dan pengguna bale, karena kami menyadari sebagai consumer bank, kami perlu terus menghadirkan berbagai kemudahan transaksi perbankan untuk mendukung berbagai aktivitas gaya hidup masyarakat termasuk olahraga. Tahun ini sendiri, kami optimistis membidik jumlah pengguna bale naik menjadi 5 juta,” pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Ada Banjir dan Tanah Longsor, BTN Pilih Tutup Sejumlah Kantor di Sibolga dan Medan: Ini Daftarnya!
Sumardji Mundur sebagai Manajer Timnas, Fokus Benahi Skuad Garuda Lewat BTN
Termasuk Bank Mandiri dan BTN, Menhan Sjafrie: Presiden Prabowo Putuskan Ganti Semua Direksi Bank Himbara dengan Anak Muda
Dugaan Penipuan Jaminan Kerja: Seorang Ibu Single Parent Mengaku Dirugikan Pegawai BTN
Pelapor Minta Bantuan BTN Usut Dugaan Penyalahgunaan Nama Perusahaan dalam Kasus Jaminan Kerja