QVC kini mulai beralih ke live social shopping setelah melihat pertumbuhan pesat di platform digital.
"QVC Group memiliki posisi unik untuk bersaing dan menang dalam belanja sosial langsung. Sepanjang tahun lalu, kami telah menjadi penjual teratas di TikTok Shop AS sambil memperluas bisnis kami di platform streaming," ujar Rawlinson.
Baca Juga: Tablet Rasa HP! Huawei MatePad Mini: Layar 8,8 Inci, Tipis Banget, Enteng Masuk Kantong
Ia juga menjamin bahwa para pemasok tidak perlu khawatir berlebihan karena kesepakatan dengan kreditur tetap mengedepankan pembayaran penuh kepada vendor dan mitra dagang.
Transformasi di Tengah Gempuran Era Digital
Kejatuhan QVC menjadi alarm keras bagi industri ritel tradisional.
Meski sempat terlambat beradaptasi, QVC mulai menunjukkan taringnya kembali dengan mengakuisisi hampir 1 juta pelanggan baru melalui TikTok Shop pada 2025.
Baca Juga: Fix! Rusia Coret 'Harga Teman' Buat Minyak ke RI, Kini Malah Bisa Lebih Mahal?
Dengan kas sekitar $1 miliar di tangan, manajemen optimistis mampu melewati masa transisi ini tanpa melakukan PHK massal.
Jakarta dan pasar internasional lainnya juga dipastikan aman karena proses kebangkrutan ini hanya mencakup entitas QVC di Amerika Serikat.***
Artikel Terkait
Kolaborasi UMKM dan Usaha Besar Jadi Kunci Hadapi Tekanan Ekonomi Global
Perang Iran dan Kebijakan Pemerintah Indonesia Dongkrak Harga Nikel, Surplus Global Jadi Rem
Indonesia Jadi Kunci Pasokan saat Dunia Kelebihan Nikel
Kisah Kesombongan Menkeu Purbaya Tolak Mentah-mentah Tawaran Pinjaman dari Bos IMF
Australia Amankan Pasokan Pupuk dari Indonesia di Tengah Krisis Global
Pemerintah Bantu Perusahaan Australia Dapat Stok dari PT Pupuk Indonesia
Menkeu Umbar Komitmen Dukung Penguatan Industri Otomotif dan Percepatan Transisi Kendaraan Lisstrik
Penjualan Mobil Maret 2026 Turun 14 Persen, Terdampak Libur Lebaran
Pasar Otomotif Kuartal I Tumbuh, Mobil Listrik Jadi Motor Utama
Harga Emas Antam Turun Pada Jumat Pagi, Rp2,868 Juta Per Gram