KONTEKS.CO.ID - Penjualan kendaraan baru di Indonesia mengalami penurunan cukup dalam pada Maret 2026.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan secara wholesales hanya mencapai 61.271 unit.
Angka itu turun 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 71.099 unit.
Baca Juga: Seluruh Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar Meninggal Dunia, Tiga Belum Dievakuasi
Penurunan ini tidak lepas dari faktor musiman, yaitu panjangnya libur Hari Raya Idulfitri yang tahun ini jatuh pada Maret.
Situasi itu berbeda dengan tahun lalu yang berlangsung pada April.
Kondisi tersebut membuat aktivitas pembelian kendaraan sempat melambat.
Baca Juga: Fix! Rusia Coret 'Harga Teman' Buat Minyak ke RI, Kini Malah Bisa Lebih Mahal?
Meski demikian, kondisi ekonomi makro menunjukkan tren yang lebih positif.
Sentimen konsumen mulai membaik dalam beberapa bulan terakhir.
Hal ini seiring kebijakan penurunan suku bunga oleh bank sentral menjadi 4,75 persen dari sebelumnya 6,25 persen pada September 2024.
Baca Juga: BMKG Bantah Istilah 'El Nino Godzilla', tapi Tegaskan Ancaman Kemarau Panjang Nyata Adanya
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga menguat.
Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat tumbuh 5,4 persen pada kuartal IV 2025, menjadi yang tertinggi sejak 2022.
Artikel Terkait
Penjualan Mobil Indonesia Naik 12 Persen di Februari 2026, Tembus 81 Ribu Unit
Penjualan Mobil Listrik Melonjak, LCGC Anjlok di Pasar Otomotif Indonesia
Sejarah! China Geser Jepang dari Daftar Teratas Penjualan Mobil Global
Kuasai 60 Persen Pasar, Merek Jepang Masih Dominasi Penjualan Mobil Indonesia Kuartal I