Kemudian untuk posisi ULN swasta pada Februari 2026 tercatat sebesar USD193,7 miliar atau sebesar Rp3.319,9 triliun atau turun 0,7 persen (yoy).
Baca Juga: Pabrik BYD VinFast Serap Ribuan Pekerja, Warga Jabar Mulai Kebagian Kue Industri Kendaraan Listrik
Hal itu dipengaruhi oleh kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang masing-masing turun 2,8 persen (yoy) dan 0,2 persen (yoy).
Di sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, Pengadaan Listrik dan Gas serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 80,3 persen terhadap total ULN swasta.
"ULN swasta didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76 persen terhadap total ULN swasta," tukas Anton.***
Artikel Terkait
APBN Februari 'Gali Lubang Tutup Lubang': Beban Bunga Utang Tembus Nyaris Rp100 Triliun!
RI Sudah Tarik Utang Baru Rp185,3 Triliun per Februari 2026, tapi Wamenkeu Juda Ngaku Belum Merasa Khawatir
Catatan Bank Indonesia, Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026
Sejarah THR, Dulu Adalah Utang Gaji: Cek Kisahya Sejak Era 1950-an hingga Jadi Hak Wajib Buruh
Rachel Vennya 'Counter' Klarifikasi Okin: Spill Soal Nafkah Macet Hingga Tagih Utang ke Mantan Suami!