KONTEKS.CO.ID - Asosiasi Pengusaha Indonesia memperingatkan potensi gangguan serius pada sektor industri nasional akibat krisis pasokan bahan baku yang dipicu konflik geopolitik global.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) mulai berdampak langsung pada rantai pasok global, mendorong kenaikan harga bahan baku dan mempersempit ketersediaan input industri.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, mengungkapkan dunia usaha kini menghadapi ketidakpastian tinggi, bahkan berpotensi tidak mampu menjaga stabilitas produksi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Kapolres Solok Kota Mengakui PT Pusri Minta Pengawalan lewat Sitinjau Lauik, Propam Turun Tangan
“Kami tidak tahu apakah pada April atau Mei kami masih bisa mempertahankan produksi. Ini situasi yang sedang kami hadapi,” ujar Bob dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, baru-baru ini.
Salah satu tekanan paling nyata datang dari kelangkaan plastik berbasis nafta, yaitu turunan minyak bumi yang krusial untuk industri kemasan.
Keterbatasan pasokan ini telah mendorong harga plastik melonjak hingga 60 persen.
Baca Juga: Klaim Perang Segera Berakhir, Trump: Iran Butuh Waktu 20 Tahun untuk Kembali Bangun Negaranya!
Kondisi tersebut berdampak luas, terutama pada industri makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan plastik.
Selain itu, sektor lain seperti pupuk dan manufaktur juga tertekan akibat kenaikan biaya energi dan logistik.
Bob memperingatkan, ketidakpastian pasokan dapat memaksa industri menjalankan pola produksi tidak stabil.
Baca Juga: Juru Bicara Iran Sebut Kerugian Teheran Akibat Dibombardir AS-Israel Mecapai Rp4.623 Triliun
“Saat bahan tersedia, kami jalan. Saat tidak ada, kami berhenti,” katanya.
Menurutnya, pelaku usaha harus mulai bersiap menghadapi skenario terburuk, termasuk penghentian produksi sementara.***
Artikel Terkait
Harga Plastik Terus Melejit, Dampak Konflik Global Makin Dirasakan Pedagang Indonesia
GIICOMVEC 2026: Kemenperin Ungkap Tantangan Industri Kendaraan Niaga Kuasai Pasar Domestik, Truk Impor Masih Merajalela
Kolaborasi Telkom dan Media Hadirkan Sinergi Lintas Industri untuk Inovasi AI di Lingkungan Kampus
Pemerintah Kejar ‘Akhir Bertahap’ untuk Motor BBM, Industri Diminta Gaspol Listrik