KONTEKS.CO.ID - Permintaan sekitar 200 ribu ton beras dari Malaysia membuka peluang ekspor baru bagi Indonesia.
Perum Bulog kini mulai menjajaki langkah strategis untuk menindaklanjuti permintaan tersebut.
Caranya dengan komunikasi intensif dengan pihak terkait di Malaysia.
Baca Juga: Kronologi Grup Chat Toxic: Bongkar Skandal Pelecehan 16 Mahasiswa FH UI, Satgas PPKS Turun Tangan
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan satu di antara direksi telah ditugaskan untuk bertolak ke Malaysia.
Hal itu guna membahas lebih lanjut rencana impor tersebut.
"Mereka meminta impor beras dari Indonesia tidak kurang dari 200 ribu ton," ujar Ramdhani, awal pekan ini.
Menurutnya, besarnya permintaan ini mencerminkan potensi ekspor beras Indonesia yang semakin dilirik di kawasan.
Bulog saat ini masih berada pada tahap eksplorasi untuk memastikan kesiapan pasokan.
Selain itu juga merumuskan skema kerja sama yang saling menguntungkan.
Baca Juga: Hasil Penelitian Warning Wabah Penyakit Pes Bakal Bangkit di Indonesia
"Ini jumlah yang cukup besar. Kami sedang eksplorasi dan berharap ini bisa membuka peluang ekspor ke negara tetangga," katanya.
Jika terealisasi, ekspor ini tidak hanya memperluas pasar beras Indonesia.
Artikel Terkait
Polemik Impor Beras 1.000 Ton dari Amerika Serikat: Pemerintah Sebut Hanya Beras Kasifikasi Khusus
Stok Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Pemerintah Klaim Tertinggi Sepanjang Sejarah
Perum Bulog Bantah Dirutnya Jadi Kabais TNI: Berpotensi Menyesatkan Publik
Banyak Mata Uang Asia Terjungkal dari USD, Ringgit Malaysia Satu-satunya yang Melawan