• Sabtu, 18 April 2026

Menko Airlangga Pede Pertumbuhan Ekonomi RI Tumbuh 5,5 Persen, Tetap Tangguh di Tengah Tantangan Global

Photo Author
Lopi Kasim, Konteks.co.id
- Selasa, 14 April 2026 | 14:14 WIB
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,5 persen tahun 2026  (Foto: Instagram/@airlanggahartarto_official)
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,5 persen tahun 2026 (Foto: Instagram/@airlanggahartarto_official)


KONTEKS.CO.ID - Indonesia mampu mencatat pertumbuhan 5,11 persen pada 2025 saat proyeksi pertumbuhan global dari Dana Moneter Internasional (IMF), Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), dan Bank Dunia yang berada di kisaran 2,6 hingga 3,3 persen.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun menyebut, ekonomi Indonesia masih menunjukkan resiliensi di tengah dinamika global yang penuh tekanan.

Airlangga mengatakan, pertumbuhan tersebut salah satu yang tertinggi di antara negara anggota G20. Dia menyampaikan, ketahanan ekonomi nasional ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, baik dari konsumsi rumah tangga, investasi, maupun belanja pemerintah.

Baca Juga: KPK Respons Putusan Hakim yang Menangkan Praperadilan Sekjen DPR Indra Iskandar

Fondasi tersebut juga diperkuat dengan stabilitas sektor eksternal, kebijakan yang disiplin, serta koordinasi antarlembaga.

Kemudian, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama dengan kontribusi 54 persen terhadap PDB. Hal tersebut tercermin dari Mandiri Spending Index yang tetap tinggi di level 360,7.

Airlangga menyamnpaikan, di sektor pangan produksi beras nasional mendekati 34,7 juta ton dengan cadangan beras Perum Bulog hampir mencapai 4,6 juta ton. Cadangan tersebut salah satu yang terbesar sepanjang sejarah.

Kemudian di sektor energi, pemerintah mendorong kemandirian melalui program B50 dan mencatat surplus energi sebesar 4,84 juta kiloliter.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini di atas 5,3 persen. Dan pada kuartal pertama tahun ini, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,5 persen,” kata Airlangga dalam keterangannya menukil Antara, Selasa 14 April 2026.

Baca Juga: BPKP Sebut Kasus Chromebook Nadiem Rugikan Negara Rp1,5 T, Harga Wajar Cuma 3 Jutaan!

Airlangga juga menilai ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi kuat pada triwulan II 2026. Hal tersebut terlihat dari inflasi yang terkendali, surplus neraca perdagangan selama 70 bulan berturut-turut, serta tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi.

Dia menyebut, sektor manufaktur juga masih berada di zona ekspansi dengan indeks 50,1, sementara cadangan devisa tercatat sebesar 148,2 miliar dolar AS.

Disebutkan, peningkatan ekspor komoditas unggulan seperti batu bara, karet, nikel, tembaga, dan aluminium, yang mencapai USD47 miliar telah memberikan perlindungan terhadap tekanan sektor minyak dan gas.

APBN juga tetap berperan sebagai bantalan ekonomi melalui berbagai stimulus, seperti bantuan pangan, subsidi energi, hingga diskon transportasi dengan total sekitar Rp11,92 triliun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lopi Kasim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X