• Sabtu, 18 April 2026

Kuartal I 2026, Pendapatan dan Pengeluaran Pemerintah Sangat Timpang Bikin Defisit APBN 'Ngeri-ngeri Sedap!'

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Senin, 6 April 2026 | 13:43 WIB
Ilustrasi defisit APBN di kuartal I 2026 yang membuat khawatir para pelaku ekonomi. (Kemenkeu)
Ilustrasi defisit APBN di kuartal I 2026 yang membuat khawatir para pelaku ekonomi. (Kemenkeu)


IPOL.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tercatat Rp394,8 triliun.

Jumlah ini setara dengan 16,7% dari target APBN 2026.

Kinerja setoran pajak itu memperlihatkan pertumbuhan yang sangat kuat, yakni naik 20,7% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Baca Juga: Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir Tahun 2026

Purbaya menjelaskan, tren positif ini adalah buah dari efektivitas strategi fiskal yang dijalankan pemerintah dalam menggerakkan roda ekonomi.

"Jadi strategi kita ini mulai berhasil, harusnya dampak ekonominya lebih bagus," klaim Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin 6 April 2026.

Untuk pendapatan lainnya, penerimaan dari bidang kepabeanan dan cukai tercatat menuai Rp67,9 triliun. Sayangnya jumlah ini memperlihatkan kontraksi 12,6%.

Baca Juga: Pedagang Terpojok dengan Lonjakan Harga Plastik: Modal Bengkak, Harga Tak Berani Naik

Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi senilai Rp112,1 triliun, atau turun 3% ketimbang periode yang sama di tahun 2025.

Pemerintah juga secara agresif melakukan percepatan belanja pada awal tahun. Hingga akhir Maret 2026, total belanja negara sudah menyerap anggaran sebesar Rp815,0 triliun, atau meroket 31,4% yoy.

Angka ini setara dengan 21,2% dari pagu anggaran tahun berjalan.

Baca Juga: Peluang El Nino 50–80 Persen, BMKG Ingkatkan Musim Kemarau Bisa Makin Kering

Belanja Pemerintah Pusat tercatat sebagai motor utama penggerak dengan realisasi Rp610,3 triliun, melonjak hingga 47,7%. Rinciannya, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp281,2 triliun (+43,4%).

Lalu belanja Non-K/L naik signifikan menjadi Rp329,1 triliun (+51,5%) dan Transfer ke Daerah (TKD) tercatat stabil di angka Rp204,8 triliun, meski ada kontraksi tipis 1,1%.

Laju belanja yang sangat cepat dibandingkan pendapatan mendorong defisit APBN melebar ke angka Rp240,1 triliun, atau setara 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X