• Sabtu, 18 April 2026

Pedagang Terpojok dengan Lonjakan Harga Plastik: Modal Bengkak, Harga Tak Berani Naik

Photo Author
Ari DP, Konteks.co.id
- Senin, 6 April 2026 | 13:15 WIB
Ilustrasi plastik. (Istimewa)
Ilustrasi plastik. (Istimewa)

KONTEKS.CO.ID – Kenaikan harga plastik yang terjadi sejak akhir Maret hingga awal April 2026 mulai menghantam pedagang kecil di berbagai daerah.

Modal usaha meningkat tajam, tetapi sebagian besar pedagang mengaku tak berani menaikkan harga karena takut kehilangan pelanggan.

Di Pasar Rangkasbitung, Lebak, Dede pedagang es campur mengatakan harga kantong plastik yang digunakan setiap hari melonjak drastis.

Baca Juga: Trump Ultimatum Iran! Ancam Bom Pembangkit Listrik dan Jembatan pada 7 April 2026 Jika Selat Hormuz Tak Dibuka

“Sebelumnya saya beli Rp19 ribu per pack, sekarang sudah Rp25 ribu. Lumayan berat buat kami,” ujarnya, akhir pekan kemarin.

Padahal, hampir setiap porsi dagangannya membutuhkan kantong plastik.

Meski biaya produksi naik, Dede tetap menjaga harga.

Baca Juga: Solidaritas MIKTA: Serangan ke Prajurit UNIFIL Indonesia Tak Bisa Ditoleransi

“Saya tetap jual Rp3.500 per kantong atau Rp10 ribu tiga. Takut pembeli kabur kalau naik,” katanya.

Kondisi serupa dialami para pedagang kuliner di Kota Madiun.

Mila, penjual siomay dan batagor, mengaku plastik adalah kebutuhan yang tak bisa diganti.

Baca Juga: Jusuf Kalla Tempuh Jalur Hukum! Rismon Sianipar Bantah Tudingan Dana Ijazah Palsu: Itu Hasil Rekayasa AI

“Namanya kebutuhan, ya tetap beli. Mau diganti yang lain juga tidak bisa,” ujarnya.

Harga plastik yang melompat Rp5 ribu–Rp7 ribu per pack langsung menggerus omzetnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ari DP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X