Di tengah tensi konflik, muncul harapan meredanya ketegangan setelah laporan Washington telah memberikan Teheran sebuah proposal untuk mengakhiri perang.
Baca Juga: KPK Respons Rencana Noel Ebenezer yang Minta Jadi Tahanan Rumah Ikuti Jejak Yaqut
Anadolu mencatat Presiden AS Donald Trump memerintahkan penundaan serangan terhadap infrastruktur listrik dan energi Iran selama lima hari.
Keputusan itu diambil karena dialog dua hari terakhir dinilai berjalan sangat baik dan produktif.
Namun, kubu Iran membantah keras adanya perundingan. Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut klaim tersebut sebagai berita palsu.
Baca Juga: Menhub Resmi Terapkan One Way Nasional Tol Kalikangkung-Cikampek untuk Urai Kepadatan Arus Balik
Tujuan berita palsu itu disebut untuk memanipulasi pasar minyak dan keuangan.***
Artikel Terkait
Bursa Indonesia Dihantam 'Perfect Storm', IHSG Ambles Ratusan Poin, Rupiah Kian Tertekan
Rupiah Kembali Sentuh Rp17.000 per USD Senin Siang, Ditutup di Level Rp16.997
Rupiah Jebol ke Rp17.000, Jawaban Menkeu Purbaya Justru Tak Terduga: Kok Tanya Saya?
BI Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Gejolak Global