KONTEKS.CO.ID - Menteri keuangan (menkeu) dari kelompok negara berkembang BRICS menyerukan adanya reformasi pada Dana Moneter Internasional (IMF).
Termasuk reformasi pembagian hak suara baru dan diakhirinya tradisi manajemen Eropa di pucuk pimpinan IMF alias International Monetary Fund.
Pernyataan bersama oleh menteri keuangan kelompok tersebut menandai pertama kalinya negara-negara BRICS menyepakati posisi terpadu mengenai reformasi yang diusulkan.
Baca Juga: Menteri Transportasi Rusia Tewas Bunuh Diri Beberapa Jam Setelah Dipecat Vladimir Putin
Mereka sepakat mendukung usulan bersama ini pada pertemuan tinjauan IMF yang akan datang pada bulan Desember. Pertemuan itu akan membahas perubahan pada sistem kuota yang mendefinisikan kontribusi dan hak suara.
"Penyusunan kembali kuota harus mencerminkan posisi relatif anggota dalam ekonomi global, sambil melindungi bagian kuota anggota termiskin," tulis para menteri dalam pernyataan mereka setelah pertemuan di Rio de Janeiro, Brasial.
"Formula baru tersebut harus meningkatkan kuota untuk negara-negara berkembang," kata mereka, mengutip Nikkei Asia, Senin 7 Juli 2025.
Baca Juga: Beredar Video Jalan HR Rasuna Said Banjir Bak Lautan: Motor Nggak Selamat, Mogok Semua!
"Para menteri BRICS menyerukan formula baru yang ditimbang berdasarkan output ekonomi dan daya beli, dengan mempertimbangkan nilai relatif mata uang, yang seharusnya lebih mewakili negara-negara berpenghasilan rendah," kata seorang pejabat Brasil yang mengikuti negosiasi.
Pertemuan tingkat menteri tersebut diadakan sebelum pertemuan puncak para pemimpin di Rio untuk blok tersebut yang tahun lalu meluas melampaui Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Kini negara anggotanya mencakup Mesir, Etopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Perluasan anggota menambah pengaruh diplomatik bagi kelompok tersebut, yang bertujuan untuk berbicara atas nama negara-negara berkembang di belahan Bumi selatan, mendesak reformasi lembaga-lembaga yang telah lama didominasi oleh kekuatan-kekuatan Barat tradisional.
Baca Juga: Tinggi Muka Air Sunter Hulu Status Siaga 2, Warga Diminta Waspada
"Dengan penuh rasa hormat terhadap proses seleksi berdasarkan prestasi, representasi regional harus ditingkatkan untuk manajemen IMF, mengatasi kesepakatan para pejabat pasca-Perang Dunia II yang sudah ketinggalan zaman dan tidak sesuai dengan tatanan dunia saat ini," tulis para Menteri Keuangan BRICS.
Pernyataan mereka juga mengonfirmasi diskusi untuk menyiapkan mekanisme jaminan baru yang didukung oleh Bank Pembangunan Baru (NDB), bank multilateral yang didanai oleh BRICS. Tujuannya, menurunkan biaya pembiayaan dan meningkatkan investasi di negara-negara berkembang.
Indonesia telah resmi bergabung dengan BRICS pada 6 Januari 2025. Sementara, Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang diadakan pada Minggu 6 Juli 2025, di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Brasil. ***
Artikel Terkait
Tarif 100% Donald Trump Bikin BRICS Ciut, Rencana Mata Uang Baru Dibatalkan!
Dari Arab Saudi ke Brasil, Presiden Prabowo Debut di KTT BRICS
Buka KTT BRICS, Presiden Brasil Bawa-Bawa Nama Bandung
Prabowo Cetak Sejarah di BRICS, Disambut Peluk Hangat Presiden Lula di Brasil!
KTT BRICS 2025, Indonesia Anggota Penuh, 10 Negara Diterima sebagai Mitra