Kendati begitu, Tesla terus memperkuat relasinya dengan pemerintah lokal China.
Baca Juga: Kasus Korupsi MPR, KPK Spill Satu Tersangka Penerimaan Gratifikasi, Saksinya Dua Pejabat Setjen
Langkah ini turut sejalan dengan target ambisius pemerintah Beijing, yang pada Mei 2024 menargetkan tambahan 5 Gigawatt kapasitas baterai penyimpanan energi hingga akhir 2025, untuk mencapai total kapasitas nasional sebesar 40 Gigawatt.
Menurut Badan Energi Internasional (IEA), pertumbuhan sistem penyimpanan energi berbasis baterai global mencapai 42 Gigawatt sepanjang 2023—nyaris dua kali lipat dari kenaikan tahun sebelumnya.
Fasilitas baru Tesla ini diharapkan menjadi kunci dalam ekspansi jaringan energi cerdas di Asia, sekaligus memperkuat posisi perusahaan di sektor energi bersih yang kian strategis di tengah transisi global menuju net zero emission. ***
Artikel Terkait
Studi Sebut Harga Mobil Listrik Bekas Merosot Tajam, Dipimpin oleh EV Merek Tesla
Tesla dan Nvidia Keok! China Ambil Alih Dominasi Teknologi
Hadapi Tesla, BYD, dan Xiaomi, Toyota bZ7 Segera Mengaspal: Sedan Listrik yang Fantastis
Saham Tesla Drop Imbas Isu CEO Baru, Ini Klarifikasi Perusahaan
Xpeng G6 Meluncur di Indonesia: SUV Listrik Futuristik Harga Rp 599 Juta, Bisa Lawan Tesla?