• Sabtu, 18 April 2026

Hore! Kemenperin Pastikan Tak Ada PHK di Panasonic Gobel Indonesia

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Selasa, 13 Mei 2025 | 08:57 WIB
PT Panasonic Gobel Indonesia berkantor pusat di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Ramai kabar PHK dilakukan oleh Panasonics di Jepang. (PT Panasonic Gobel Indonesia )
PT Panasonic Gobel Indonesia berkantor pusat di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Ramai kabar PHK dilakukan oleh Panasonics di Jepang. (PT Panasonic Gobel Indonesia )


KONTEKS.CO.ID - Kementerian Perindustrian atau Kemenperin telah memastikan tak ada pemutusan hubungan kerja alias PHK di Panasonic Indonesia -PT Panasonic Gobel Indonesia.

Kabar baik itu disampaikan Kemenperin menyusul maraknya pemberitaan adanya PHK di lingkungan kerja pabrikan asal Jepang tersebut.

Juru Bicara Kementerian, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan, PHK tidak terjadi di Panasonic Indonesia. 

Baca Juga: Menyala Bang Jay! Pimpin Venezia Jebol Gawang David De Gea: Kalahkan Fiorentina, Jauhi Degradasi

Dia menegaskan, Indonesia tetap sebagai salah satu basis produksi penting bagi perusahaan di regional Asia Tenggara.

“PHK di Panasonic Holdings tidak berdampak pada operasional perusahaan di Indonesia. Pabrik di Indonesia justru dijadikan sebagai basis ekspor ke lebih dari 80 negara. Ini mencerminkan daya saing industri elektronik nasional yang kuat,” klaim Febri di Jakarta, mengutip Selasa 13 Mei 2025.

Diakuinya utilisasi industri elektronik memang sedang berada di level rendah, yakni 50,64% pada triwulan I/2025. 

Baca Juga: Dijaga Prajurit TNI Kualifikasi Tempur, Selamat Ginting Sebut Prabowo Lebih Sayang ke Kejaksaan

Sebelum pandemi COVID-19, utilisasi industri elektronik mencapai 75,6%. Hal itu menjadi warning bagi semua pelaku industri dan pekerja agar bisa selalu beradaptasi dan bertransformasi supaya terus kompetitif.

“Persaingan global di industrii elektronik kian ketat. Ini adalah peringatan transformasi teknologi, peningkatan produktivitas serta efisiensi operasional menjadi kunci bertahan hidup,” kata Febri mengingatkan.

Pemerintah juga berkepentingan menaikkan utilisasi melalui perlindungan pasar domestik dari kedatangan produk impor. 

Baca Juga: Peringkat BWF Ganda Campuran Jafar-Felisha Catat Rekor Usai Juara Taipei Open 2025

"Sekaligus menjaga investasi elektronika yang ada di Indonesia dan menarik modal baru. Ini menjadi fokus pemerintah juga," tambahnya

Indonesia juga mempunyai keunggulan besar sebagai pasar domestik yang kuat.

“Pasar dalam negeri Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di kawasan, dan pemerintah mendukung penguatan industri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN,” ujarnya.

Baca Juga: Duet Fajar dengan 'Glenn Fredly' di Grand Final Indonesian Idol 2025 Trending: Magis dan Mengharukan!

Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sudah menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi global. Jadi, lanjut dia, menjaga stabilitas industri serta mendorong daya saing menjadi agenda penting pemerintah. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X