• Sabtu, 18 April 2026

Ikut Membangun Ekonomi Jakarta, Kadin: Pengosongan Rekening di Bank DKI Hanya Merugikan Masyarakat

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Senin, 14 April 2025 | 14:15 WIB
Masyarakat menggunakan ATM Bank DKI yang tersebar di ribuan lokasi di Jakarta dan sekitarnya. (Bank DKI)
Masyarakat menggunakan ATM Bank DKI yang tersebar di ribuan lokasi di Jakarta dan sekitarnya. (Bank DKI)

KONTEKS.CO.ID - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta nasabah tidak terprovokasi ajakan untuk mengosongkan rekening di Bank DKI.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Pusat Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang. Ia pun menggarisbawahi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang telah menjamin keamanan data dan dana nasabah di proses pemulihan sistem.

Sarman menjelaskan, saat ini Bank DKI merupakan salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbesar di Indonesia. Dengan demikian, mempunyai peran penting dalam perputaran ekonomi dan pembangunan di Jakarta.

Baca Juga: Ironis, Ada 2 Eks Penghuni Pelatnas PBSI di Balik Ganda Putra Malaysia Juara Badminton Asia Championships 2025

“Bank DKI bukan sekadar tempat menyimpan uang nasabah. Namun bank tersebut juga berperan dalam pembangunan dan perputaran ekonomi di Jakarta. Karena Bank DKI juga mempunya berbagai program sosial untuk masyarakat seperti pemberdayaan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) yang telah terbukti menjadi penopang ekonomi negeri ini. Khususnya Jakarta,” ungkap Sarman, melansir Senin 14 April 2025.

Karenanya ia menilai ajakan untuk mengosongkan rekening Bank DKI yang beredar di media daring dan media sosial bukanlah suatu hal yang bijak. Karena hal itu akan berdampak kerugian yang lebih besar terhadap perekonomian Jakarta dan berimplikasi pada ekonomi masyarakat sendiri.

“Kita sama-sama mengetahui bahwa Bank DKI itu bank satu-satunya milik Pemprov DKI Jakarta. Di mana melalui bank tersebut, Pemprov DKI Jakarta menggulirkan berbagai program sosial berupa bantuan sosial," ujarnya.

Baca Juga: Jasdi Tersangka Suap CPO, Hakim Anggota Kasus Tom Lembong Diganti

Misalnya, sebut dia, Seperti Kartu Jakarta Pinter (KJP), Kartu Lansia Jakarta (KLJ) bahkan bantuan permodalan kepada UMKM juga dilakukan melalui Bank DKI.

"Jadi saya kira ajakan mengosongkan rekening Bank DKI bukanlah suatu hal yang bijak dan tidak perlu ditanggapi,” tegasnya.

Terlebih, dikatakan Sarman, Pramono Anung dan Direktur Utama Bank DKI, Agus Haryoto Widodo, berkali-kali menegaskan bahwa data dan dana nasabah tetap aman selama perbaikan sistem transaksi tengah dilakukan.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2025 Diumumkan Hari Ini, Cek Hasil Seleksi Administrasi di Sini!

“Saya mengpresiasi langkah tegas dan cepat Gubernur DKI dan Direksi Bank DKI dalam mengambil sikap menyatakan menjamin bahwa data dan dana nasabah aman. Sehingga dengan pernyataan tersebut setidaknya ada jaminan data dan nasabah tetap aman. Sehingga nasabah tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Sarman menambahkan, apa yang tengah dialami Bank DKI mungkin bisa saja terjadi bahkan pernah dialami bank lain. Hal ini menjadi pengalaman yang harus diantisipasi dunia perbankan di kemudian hari. Terutama terkait sistem transaksi.  

“Siapapun pasti tidak mengharapkan hal ini terjadi. Bukan hanya nasabah, namun juga Pemprov DKI Jakarta. Namun untuk melihat masalah ini kita harus bijak. Bagaimanapun Bank DKI harus tetap menjadi bank kebanggaan warga Jakarta,” katanya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X