Lahir di Belawan, Sumatra Utara, pada 25 Desember 1948, ia menghadapi berbagai tantangan sejak kecil, termasuk terhenti sekolah akibat kebijakan orde baru terhadap sekolah-sekolah Tionghoa.
Baca Juga: Michelle Trachtenberg Meninggal Dunia di Usia 39 Tahun, Ini Deretan Film dan Serial Ikoniknya
4. Robert Budi Hartono
Di peringkat keempat adalah Robert Budi Hartono, pemilik Djarum dan pemegang saham terbesar di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), dengan kekayaan sebesar USD 19,5 miliar atau Rp323,31 triliun. Kekayaannya berkurang USD 3,1 miliar atau Rp51,39 triliun.
Lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 28 April 1941 dengan nama Oei Hwie Tjhong, ia bersama kakaknya, Michael Bambang Hartono, mengembangkan bisnis rokok Djarum setelah ayah mereka meninggal. Kini, bisnisnya juga mencakup properti dan teknologi melalui GDP Ventures.
5. Michael Bambang Hartono
Kakak dari Budi Hartono, Michael Bambang Hartono, menempati peringkat kelima dengan kekayaan USD 18,1 miliar atau Rp300,1 triliun. Ia juga menjadi orang terkaya ke-115 di dunia.
Baca Juga: Carmen Hearts2Hearts Tuai Pujian Berkat Sikap Sopan, Media Korea: 'Indonesian Manners'!
Lahir di Kudus pada 2 Oktober 1939, ia turut membangun Djarum menjadi salah satu merek rokok terbesar di dunia, terutama di pasar Amerika Serikat. Selain itu, ia juga memiliki investasi di sektor perbankan dan properti.
6. Anthoni Salim
Di posisi keenam, terdapat Anthoni Salim, CEO Salim Group, dengan kekayaan USD 12,9 miliar atau sekitar Rp213,88 triliun. Ia berada di peringkat ke-188 orang terkaya di dunia.
Lahir pada 25 Oktober 1949 di Kudus, Jawa Tengah, ia merupakan putra dari pendiri Salim Group, Sudono Salim.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Inggris, ia memperluas bisnis keluarganya, termasuk di sektor makanan (Indofood), perbankan (BCA), dan properti.
7. Sri Prakash Lohia
Terakhir, di peringkat ketujuh adalah Sri Prakash Lohia, pendiri Indorama Corporation, dengan kekayaan USD 7,6 miliar atau Rp126 triliun. Ia juga masuk daftar orang terkaya ke-408 di dunia.
Lahir di Kolkata, India, pada 11 Agustus 1952, ia pindah ke Indonesia pada 1974 dan memulai bisnis tekstil serta petrokimia.
Baca Juga: Deklarasi dan Pemilihan Ketua Umum Perdana Ikatan Alumni SMAN 97 Jakarta
Indorama kini menjadi salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia, dengan ekspansi bisnis hingga ke Afrika.
Artikel Terkait
Bernard Arnault Jadi Orang Terkaya di Dunia
Tajir Melintir! Inilah Daftar 5 Orang Terkaya dari Kripto Versi Forbes
Akibat Sentimen Geopolitik Global, Harta 5 Orang Terkaya RI Kompak Anjlok
Prajogo Pangestu, Pengusaha Sukses asal Kalbar Penyandang Predikat Orang Terkaya di Indonesia
Inilah 6 Bank yang Siap Beroperasi di IKN Tahun Depan, Salah Satunya Milik Orang Terkaya se-Indonesia